Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 17 Mei 2026
AS Ancam Negara-negara Pendukung Resolusi PBB
Senin, 25 Desember 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sidang Umum PBB menolak keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel, Kamis (21/12/2017).
NPR News mengabarkan, 128 diplomat yang mendukung keputusan itu tak menghiraukan keberatan AS dan menyetujui resolusi yang meminta agar negara-negara anggota PBB tidak memindahkan kedubes mereka dari Tel Aviv ke Jerusalem. Di antara negara-negara yang mendukung keputusan itu, kebanyakan mereka yang dikenal sahabat AS. Termasuk Inggris, Prancis dan Arab Saudi. Sedangkan Israel bersikap sama dengan AS menolak resolusi itu. 35 negara lain menyatakan abstain, termasuk Kanada dan Australia.
Dubes AS di PBB, Nikki Haley mengungkapkan kekecewaannya. "Sebagai negara berdaulat dan berperan besar, AS akan mengingat hari ini," katanya. "Peranan PBB juga akan diingat, di mana banyak negara yang meminta kita untuk memberikan pengaruh di kala mereka membutuhkan," sambung Nikki Halley.
Dubes AS di PBB itu juga mencatat nama-nama 180 dari 193 negara yang mendukung resolusi PBB itu. "Biarkan saja mereka mendukung resolusi itu. Kita bisa menghemat. Kami tidak peduli," katanya mengancam untuk membekukan bantuan dana bantuan.
Di antara negara-negara yang terkena ancaman itu, antara lain dari Afrika, Asia dan Amerika Latin. Demikian juga Mesir, yang ikut menyusun rancangan resolusi menentang keputusan Trump, baru saja menerima bantuan dana sebesar $ 1,2 miliar tahun lalu.
Sekutu AS seperti Inggris, Prancis, Italia, Jepang dan Ukraina termasuk 14 dari 15 negara anggota PBB yang mendukung resolusi PBB yang tidak mengingat itu. Sedangkan diplomat dari Kanada, Hungaria dan Republik Czech tak mendukung resolusi itu karena ditekan AS.
Dubes Nikki Halley juga mengirim surat kepada sejumlah negara yang menentang AS, agar berhati-hati. "Saya ingatkan bahwa presiden dan Pemerintah AS menilai langkah Anda. Presiden akan memperhatikan secara seksama dan minta saya agar segera melaporkan siapa saja yang menentang kami," kata Nikki Halley. "Di PBB, kami selalu memberi dan memberi selama ini. Ketika kami memutuskan untuk memindahkan gedung Kedubes kami, kalian malah mengkritik kami. AS akan mencatat nama-nama anda," kata Nikki Halley mengeluarkan ancaman.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1480 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1115 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 961 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 853 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026