Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Aset Milik Bos Chelsea Roman Abramovich di AS Juga Dibekukan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejumlah perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) Amerika Serikat yang mendapatkan kucuran investasi dari miliarder Rusia, Roman Abramovich, diminta untuk membekukan aset pemilik klub sepak bola Chelsea itu. Hal itu dilakukan setelah Inggris memberlakukan sanksi padanya, Reuters mengutip Wall Street Journal melaporkan pada Jumat (11/3).
Inggris membekukan aset dan memberlakukan larangan perjalanan pada Abramovich bersama dengan enam senior Rusia lainnya pada Kamis (10/3) karena kedekatan hubungan mereka dengan Presiden Vladimir Putin dan invasinya ke Ukraina.
Administrator dana SS&C Globe Op mengatakan dalam sebuah pesan kepada salah satu perusahaan pendananaan bahwa akun yang dikaitkan dengan Abramovich diblokir untuk bertransaksi, WSJ melaporkan pada Jumat (11/3), mengutip orang-orang yang mengetahui instruksi tersebut.
SS&C sedang memantau situasi untuk mendapatkan panduan dari Departemen Keuangan Inggris, Kantor Penerapan Sanksi Keuangan dan Otoritas Moneter Kepulauan Cayman, tambah laporan itu.
Kanada pada Jumat (11/3) juga memberlakukan sanksi terhadap lima orang Rusia termasuk Abramovich dan melarang 32 perusahaan Rusia dan entitas pemerintah menerima peralatan atau pasokan pertahanan dari Kanada.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4327 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1461 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 956 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 889 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun