Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Aturan Larangan Pendakian Gunung akan Berdampak ke Akomodasi di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pro dan kontra tentang beredarnya larangan aktivitas pendakian gunung di Bali bagi wisatawan terus bergulir.
Meski sejauh ini belum diketahui adanya surat resmi terkait pelarangan mendaki gunung untuk wisatawan tersebut, namun berbagai pihak mulai bersuara terkait isu tersebut.
Setelah Ketua Forum Pemandu Wisata Pendakian Gunung Agung memberikan tanggapannya, kini giliran pelaku wisata ikut memberikan tanggpan hingga saran seandainya isu tersebut benar-benar akan diberlakukan kedepannya.
Seperti yang disampikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa ketika dimintai pendapatnya soal isu tersebut pada Sabtu (3/6/2023).
Menurutnya, jika isu ini benar-benar akan diberlakukan, sebelumnya perlu diperhatikan juga menyangkut ekonomi masyarakat khususya yang bergelut di bidang aktivitas pendakian seperti guide pendakian, porter dan lainnya.
Disamping itu, juga terkait tenaga kerja, SDM yang saat ini terlibat seperti guide. Dimana mereka terus dibina melalui Dinas dan kementrian terkait melalui berbagai pelatihan tentang pendaki gunung. Saat mereka sudah siap secara SDM dan bahkan sudah banyak mendapat pesanan dari wisatawan untuk aktivitas pendakian justru sekarang akan dilarang tentunya ini perlu disikapi dengan baik.
"Kami sejauh ini belum dapat penjelasan detail soal gunung mana saja yang dilindungi atau disucikan atau tidak boleh untuk melakukan pendakian. Bagi kami selaku stakeholder pariwisata di PHRI Kabupaten Karangasem, karena itu sudah kebijakan Gubernur, tentu kami tetap meberikan respons dengan beberapa catatan," kata Kariasa.
Di sisi lain, wisata pendakian juga berpengaruh secara langsung terhadap akomodasi seperti penginapan yang memang segmen marketnya untuk wisatawan yang akan mendakin Gunung Agung.
Jika ini hilang maka tentu juga akan berpengaruh terhadap akomodasi lainnya karena setelah wisatawan itu mendaki biasanya akan mengunjungi restoran atau objek wisata lain yang ada di Karangasem.
"Anggota kami yang di Selat dan Sidemen sekitarnya tentunya akan sangat terpengaruh mengingat beberapa akomodasi memang segmen marketnya untuk wisatwan yang akan mendaki Gunung," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2091 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun