Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Badung Gelar Workshop Ogoh-Ogoh, Fokus Kualitas dan Kreativitas Generasi Muda
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar workshop pembuatan ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (26/11).
Kegiatan ini diikuti Sekaa Teruna dan Yowana se-Badung sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, melainkan memiliki filosofi mendalam.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan bahwa workshop menghadirkan narasumber berpengalaman, mulai dari AA Gede Agung Rahma Putra pendiri Pancer Langit, maestro ogoh-ogoh asal Denpasar Marmar Herayukti, pematung es kelas dunia Nyoman Sungada, hingga kreator ogoh-ogoh Badung Arif Suciawan. Kehadiran mereka diharapkan memperluas wawasan teknik dan estetika para peserta.
“Pada workshop kali ini membahas empat materi utama. Pertama, teknik pembuatan ogoh-ogoh dari sisi konstruksi. Kedua, dari sisi karakter ogoh-ogoh. Kemudian ketiga, desain seninya. Serta terakhir, garapan keseluruhan karyanya nanti. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para peserta,” ujarnya di sela workshop.
Sudarwitha yang juga mantan Camat Petang menegaskan bahwa Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung tahun 2026 tetap mengacu pada kriteria tahun sebelumnya, namun dengan penyempurnaan. Salah satunya penggunaan bahan ramah lingkungan, pemanfaatan undagi lokal Badung, serta peningkatan kedisiplinan peserta.
“Utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta, agar betul-betul pembuatan ogoh ogoh dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana, kemudian arsitek atau undaginya adalah dari Kabupaten Badung. Dengan demikian, dapat bermakna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda, utamanya sekaa teruna dan yowana yang ada di kabupaten badung,” kata Sudarwitha.
Untuk lomba tahun 2026, tema tetap menggunakan “Bhandana Bhuhkala”, yang bermakna pemurnian sifat-sifat keraksaan atau kala menjadi energi positif.
“Tema ini bermakna agar energi negatif disomia untuk dimanfaatkan sebagai energi positif yang digunakan dalam melaksanakan atau mangarungi kehidupan,” tambahnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 883 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 750 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 566 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 533 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik