Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Badung Gelar Workshop Ogoh-Ogoh, Fokus Kualitas dan Kreativitas Generasi Muda
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar workshop pembuatan ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (26/11).
Kegiatan ini diikuti Sekaa Teruna dan Yowana se-Badung sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, melainkan memiliki filosofi mendalam.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan bahwa workshop menghadirkan narasumber berpengalaman, mulai dari AA Gede Agung Rahma Putra pendiri Pancer Langit, maestro ogoh-ogoh asal Denpasar Marmar Herayukti, pematung es kelas dunia Nyoman Sungada, hingga kreator ogoh-ogoh Badung Arif Suciawan. Kehadiran mereka diharapkan memperluas wawasan teknik dan estetika para peserta.
“Pada workshop kali ini membahas empat materi utama. Pertama, teknik pembuatan ogoh-ogoh dari sisi konstruksi. Kedua, dari sisi karakter ogoh-ogoh. Kemudian ketiga, desain seninya. Serta terakhir, garapan keseluruhan karyanya nanti. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para peserta,” ujarnya di sela workshop.
Sudarwitha yang juga mantan Camat Petang menegaskan bahwa Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung tahun 2026 tetap mengacu pada kriteria tahun sebelumnya, namun dengan penyempurnaan. Salah satunya penggunaan bahan ramah lingkungan, pemanfaatan undagi lokal Badung, serta peningkatan kedisiplinan peserta.
“Utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta, agar betul-betul pembuatan ogoh ogoh dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana, kemudian arsitek atau undaginya adalah dari Kabupaten Badung. Dengan demikian, dapat bermakna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda, utamanya sekaa teruna dan yowana yang ada di kabupaten badung,” kata Sudarwitha.
Untuk lomba tahun 2026, tema tetap menggunakan “Bhandana Bhuhkala”, yang bermakna pemurnian sifat-sifat keraksaan atau kala menjadi energi positif.
“Tema ini bermakna agar energi negatif disomia untuk dimanfaatkan sebagai energi positif yang digunakan dalam melaksanakan atau mangarungi kehidupan,” tambahnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4709 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2517 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2156 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1777 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1204 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun