Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Bagiada : Segera Kita Sikapi Dengan Tim Khusus
BERITABALI.COM, BULELENG.
Buntut penempelan gambar mesum dan bugil Sekretaris Daerah, Sekda Kabupaten Buleleng Ketut Ardha segera disikapi Bupati Buleleng, Putu Bagiada dengan membentuk Tim Khusus untuk melakukan kajian. "Kita akan sikapi dan melakukan kajian dengan kasus tersebut, mungkin saja nanti kita membuat Tim Khusus untuk menyikapinya, yang jelas ini sudah pencemaran dan kita bakal membahasnya,' ungkap Bupati Bagiada, Rabu (21/5) disela-sela peresmian Swalayan di Singaraja.
Adanya sejumlah desakan untuk mencopot Sekda Ketut Ardha yang telah mencemarkan pemerintahan Kabupaten Buleleng bakal dilakukan pembahasan secara khusus. "Ya, itu bisa saja dan wajar saja, yang jelas semuanya ini kita akan bahas," ujar Bupati Bagiada. Sementara, penempelan lima gambar Sekda Ketut Ardha dengan seorang pengusaha rumah makan yang diketahui bernama Maria Elizabet Listya yang akrab disapa Ririn belum diketahui pelakunya, diduga aksi penempelan gambar mesum dan bugil itu terkait perbuatan Sekda Ardha yang kerap bertindak arogan sebagai Sekda Buleleng.
Berdasarkan data yang diperoleh menyebutkan, sedikitnya ada lima titik penempelan gambar-gambar tersebut, namun dari pantauan Beritabali.com hingga Rabu (21/5) malam, gambar beradegan mesum dan mesra serta bugil telah dirobek oleh orang yang mengaku intel polisi.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 296 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 223 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 187 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun