Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Bangkai Kapal 20 Meter di Perairan Bunutan Digiring ke Pesisir
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Asal usul Kapal dengan panjang sekitar 20 meter yang ditemukan terombang-ambing di perairan Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem belum diketahui secara pasti.
"Kita sudah koordinasi dengan KSOP Padangbai untuk kroscek data kapal tersebut tetapi sejauh ini belum ada konfirmasi, jadi untuk sementara asal usul kapal belum diketahui," jelas Kasat Polair Polres Karangasem, AKP. I Gusti Bagus Suteja menyampaikan perkembangan kapal tersebut, Rabu, (08/12/2021).
Saat ini, bangkai kapal tersebut sudah digeser menuju pesisir Gili Selang, tepatnya di bawah Pura Gili Selang kurang lebih berjarak 1 (satu) kilometer dari lokasi awal kapal terdampar tersebut ditemukan sesuai dengan hasil koordinasi dengan kelompok Nelayan setempat, mengingat keberadaan bangkai kapal tersebut cukup mengganggu aktivitas nelayan.
Seperti diberitakan sebelumnya, bangkai kapal ditemukan oleh nelayan dari Seraya Timur pada Selasa, (07/12/2021) di perairan Bunutan, Karangasem.
Saat ditemukan kondisi kapal dalam keadaan kosong, rusak dan tanpa awak. Selain itu dilihat dari besarnya, Kapal diperkirakan berukuran 29 GT, panjang kira - kira 20 meter dan lebar 5 meter. Untuk warna kapal kombinasi hijau dan biru juga terdapat tulisan Sinar Bahari.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4194 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1438 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 942 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 874 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun