Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Bangkai Paus Terdampar, Ekor dan Rahangnya Diambil Warga
BERITABALI.COM, NTB.
Bangkai paus sperma atau paus kepala kotak terdampar di Pantai Tabiung, Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Bantuan alat berat dari pihak PT Amman digunakan untuk proses evakuasi Paus sepanjang delapan meter dengan bobot puluhan ton itu. Saat ditemukan, kondisi paus sudah membusuk. Bagian ekor sudah hilang serta rahang paus telah diambil warga.
Baca juga:
14 Paus Sperma Ditemukan Mati
Bangkai paus bernama latin Physeter Macrocephalus pertama kali ditemukan oleh warga di pantai Tabiung, Senin (26/9). Warga pun langsung melaporkannya ke petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat yang kemudian menginformasikannya ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilayah NTB.
"Pertama kali ditemukan warga Senin (26/9) kemarin sekitar pukul 14.00 WITA," kata kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) wilayah kerja NTB M Barmawi, dikutip Lombokpost.
Paus sperma dengan nama latin Physeter macrocephalus merupakan paus terbesar dalam kelompok paus bergigi, sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia.
“Ini termasuk yang sangat dilindungi dan langka," kata Barmawi.
Barmawi bersama tiga orang dari BKSDA NTB langsung terjun ke lokasi untuk mengecek kondisi sekitar pantai. Saat tiba, kondisi paus ini sudah mulai membusuk. Beberapa bagian organ dari mamalia laut ini di antaranya gigi rahang bawah dan ekor sudah hilang.
"Ketika ditemukan pertama kali, paus tersebut masih terombang ambing di tengah lautan," jelasnya.
Paus tiba di darat setelah air laut surut. Evakuasi bangkai paus ini menggunakan ekskavator. Kemudian paus dikubur. Karena tidak memungkinkan untuk dibakar atau ditenggelamkan.
"Jadi, kalau dibakar butuh sarana pendukung seperti kayu bakar, kapal yang lebih besar, sementara air laut sendiri gelombangnya sangat besar," jelas Barmawi.
Kejadian paus mati dan terdampak di wilayah pesisir KSB bukan kali ini saja. Beberapa tahun lalu, paus pernah ditemukan di Pantai Balad, Kecamatan Taliwang. Dugaan sementara, penyebab paus tersebut terdampar karena gelombang laut ekstrem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 643 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 607 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 453 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik