Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Bangkai Paus Terdampar, Ekor dan Rahangnya Diambil Warga
BERITABALI.COM, NTB.
Bangkai paus sperma atau paus kepala kotak terdampar di Pantai Tabiung, Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Bantuan alat berat dari pihak PT Amman digunakan untuk proses evakuasi Paus sepanjang delapan meter dengan bobot puluhan ton itu. Saat ditemukan, kondisi paus sudah membusuk. Bagian ekor sudah hilang serta rahang paus telah diambil warga.
Baca juga:
14 Paus Sperma Ditemukan Mati
Bangkai paus bernama latin Physeter Macrocephalus pertama kali ditemukan oleh warga di pantai Tabiung, Senin (26/9). Warga pun langsung melaporkannya ke petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat yang kemudian menginformasikannya ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilayah NTB.
"Pertama kali ditemukan warga Senin (26/9) kemarin sekitar pukul 14.00 WITA," kata kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) wilayah kerja NTB M Barmawi, dikutip Lombokpost.
Paus sperma dengan nama latin Physeter macrocephalus merupakan paus terbesar dalam kelompok paus bergigi, sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia.
“Ini termasuk yang sangat dilindungi dan langka," kata Barmawi.
Barmawi bersama tiga orang dari BKSDA NTB langsung terjun ke lokasi untuk mengecek kondisi sekitar pantai. Saat tiba, kondisi paus ini sudah mulai membusuk. Beberapa bagian organ dari mamalia laut ini di antaranya gigi rahang bawah dan ekor sudah hilang.
"Ketika ditemukan pertama kali, paus tersebut masih terombang ambing di tengah lautan," jelasnya.
Paus tiba di darat setelah air laut surut. Evakuasi bangkai paus ini menggunakan ekskavator. Kemudian paus dikubur. Karena tidak memungkinkan untuk dibakar atau ditenggelamkan.
"Jadi, kalau dibakar butuh sarana pendukung seperti kayu bakar, kapal yang lebih besar, sementara air laut sendiri gelombangnya sangat besar," jelas Barmawi.
Kejadian paus mati dan terdampak di wilayah pesisir KSB bukan kali ini saja. Beberapa tahun lalu, paus pernah ditemukan di Pantai Balad, Kecamatan Taliwang. Dugaan sementara, penyebab paus tersebut terdampar karena gelombang laut ekstrem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan