Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Bangkai Paus Terdampar, Ekor dan Rahangnya Diambil Warga
BERITABALI.COM, NTB.
Bangkai paus sperma atau paus kepala kotak terdampar di Pantai Tabiung, Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Bantuan alat berat dari pihak PT Amman digunakan untuk proses evakuasi Paus sepanjang delapan meter dengan bobot puluhan ton itu. Saat ditemukan, kondisi paus sudah membusuk. Bagian ekor sudah hilang serta rahang paus telah diambil warga.
Baca juga:
14 Paus Sperma Ditemukan Mati
Bangkai paus bernama latin Physeter Macrocephalus pertama kali ditemukan oleh warga di pantai Tabiung, Senin (26/9). Warga pun langsung melaporkannya ke petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat yang kemudian menginformasikannya ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilayah NTB.
"Pertama kali ditemukan warga Senin (26/9) kemarin sekitar pukul 14.00 WITA," kata kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) wilayah kerja NTB M Barmawi, dikutip Lombokpost.
Paus sperma dengan nama latin Physeter macrocephalus merupakan paus terbesar dalam kelompok paus bergigi, sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia.
“Ini termasuk yang sangat dilindungi dan langka," kata Barmawi.
Barmawi bersama tiga orang dari BKSDA NTB langsung terjun ke lokasi untuk mengecek kondisi sekitar pantai. Saat tiba, kondisi paus ini sudah mulai membusuk. Beberapa bagian organ dari mamalia laut ini di antaranya gigi rahang bawah dan ekor sudah hilang.
"Ketika ditemukan pertama kali, paus tersebut masih terombang ambing di tengah lautan," jelasnya.
Paus tiba di darat setelah air laut surut. Evakuasi bangkai paus ini menggunakan ekskavator. Kemudian paus dikubur. Karena tidak memungkinkan untuk dibakar atau ditenggelamkan.
"Jadi, kalau dibakar butuh sarana pendukung seperti kayu bakar, kapal yang lebih besar, sementara air laut sendiri gelombangnya sangat besar," jelas Barmawi.
Kejadian paus mati dan terdampak di wilayah pesisir KSB bukan kali ini saja. Beberapa tahun lalu, paus pernah ditemukan di Pantai Balad, Kecamatan Taliwang. Dugaan sementara, penyebab paus tersebut terdampar karena gelombang laut ekstrem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3054 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun