Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Bangunan Dapur Kos di Sukawati Ludes Terbakar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dipicu api kompor yang lupa dimatikan, bangunan dapur semi permanen di kos-kosan Banjar Kebalian, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar ludes terbakar, Rabu (24/2) pagi.
Pemilik dapur, Hilman mengakui lupa mematikan api kompor saat dia berangkat belanja ke pasar. "Iya, saya lupa matikan kompor pas pergi ke Pasar," ungkapnya yang sehari-hari jualan sate ini.
Sebelum kejadian, Hilman mengaku sedang menggoreng kacang untuk bumbu sate. "Sampai rumah kos, tiba-tiba dapur sudah hangus," ujarnya.
Kerugian ditaksir tidak begitu banyak. Sebab ukuran dapur cukup kecil semi permanen. "Paling cuma perabotan saja ini, sama bumbu. Jadi gak bisa jualan hari ini," jelasnya penjual sate asal Madura ini. Bagian atap rusak total, sehingga kini dapurnya tidak beratap.
Sementara itu, seorang saksi mata I Wayan Ganceng melihat api berkobar saat kebetulan melintas di sekitar TKP, Pukul 06.50 WITA.
"Saya mau ke Pasar. Lihat api, langsung meluncur ke Pos Damkar di Banjar Gelumpang," jelasnya.
Dari laporan Wayan Ganceng ini, satu unit Damkar langsung ke TKP melakukan pemadaman. "Lama memadamkan sekitar 20 menit," ujar Kepala Satpol PP dan Damkar Gianyar, I Made Watha. Beruntung api tidak merembet ke bangunan lain.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3133 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1293 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 667 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun