Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bantuan Keuangan Khusus bagi Desa Adat di Jembrana Senilai Rp15,4 Miliar Cair

Kamis, 8 Februari 2024, 17:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bantuan Keuangan Khusus bagi Desa Adat di Jembrana Senilai Rp15,4 Miliar Cair.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pemkab Jembrana mengucurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Jembrana bagi desa adat. Dana yang dikucurkan untuk desa adat total sebesar Rp15,4 miliar ini bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah kabupaten Jembrana.  

Bantuan ini diharapkan bisa mendorong prajuru Adat kedepannya agar bekerja semakin professional. BKK untuk Desa Adat ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba di Gedung Kesenian Bung Karno, Rabu (7/2/2024).   

Dana itu meliputi Bantuan Dana Kegiatan Desa Adat yang terdiri dari Tri Baga (Prahyangan, Pawongan dan Pelemahan) dengan nilai Rp55 Juta, Insentif Bendesa Adat masing-masing Rp1,7 Juta, Insentif Kelian Adat masing-masing Rp1,2 Juta, Insentif Kelian Tempek masing-masing Rp. 200 Ribu, Insentif Sulinggih masing-masing Rp. 650 Ribu.

Sedangkan Insentif Pemangku Sad Kahyangan diserahkan masing-masing Rp450 ribu serta Insentif kepada Pemangku Kahyangan Tiga masing-masing Rp300 ribu  yang akan diberikan secara bertahap selama 3 Bulan sekali.

Serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1946 Pemkab Jembrana juga membantu masing-masing desa adat 2 (dua) ekor babi dan 200 Kg Beras. Bantuan diperuntukkan membantu umat hindu dalam melaksanakan upacara melasti yang merupakan rangkaian hari Raya Nyepi. Tahun ini, ada 128 ekor babi yang telah dibagikan secara simbolis.

Usai menyerahkan bantuan BKK, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan sumber daya manusia prajuru Adat harus diperhatikan agar ada keseimbangan antara pekerjaan dengan penghargaannya.

”Hari ini kita menyerahkan secara simbolis seluruh bantuan desa adat, mulai dari pemanfaatan operasional termasuk juga kegiatan-kegiatan upacara menyambut hari raya nyepi di antara 64 desa adat,” ujar Bupati asal Desa Kaliakah.

Bupati Tamba juga meminta kepada semua unsur di Desa Adat, Bendesa, Kelian untuk kedepannya juga harus bekerja profesional karena kedepannya Jembrana akan menyambut Jembrana Emas Tahun 2026.

“Tantangannya akan lebih sulit, mohon bantu semua program Pemerintah Kabupaten Jembrana,” paparnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi ini juga berharap kepada seluruh umat Hindu khususnya di Jembrana untuk bisa menjalani Catur Brata Penyepian sebagai rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1946 dengan sungguh-sungguh. Sehingga pelaksanaan brata panyepian bisa berjalan dengan baik setiap tahunnya serta terus ada peningkatan.

”Kepada seluruh umat Hindu dimanapun, khususnya di Jembrana agar benar-benar melaksanakan catur brata panyepian, kita hormati tradisi kita, semakin tahun harus semakin bagus, hargai betul-betul brata panyepian hanya satu kali dua puluh empat jam, mari kita mulat sarira,” harapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Jembrana



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami