Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Banyak Karyawan Ogah WFO, Twitter Tutup Kantor
BERITABALI.COM, DUNIA.
Twitter memutuskan menutup kantor selama sepekan dan akan membukanya kembali pada Senin (21/11).
"Twitter baru saja memberi tahu para karyawannya bahwa efektif dan segera, semua gedung kantor ditutup sementara dan kartu akses ditutup," ujar Zoe Schiffer, managing editor Platforme dalam cuitnya, dikutip dari The Guardian, Jumat (18/11/2022).
Dalam hal ini, tidak diketahui pasti apa alasan Twitter menutup kantor mereka selama satu minggu. Namun, Schiffer berasumsi bila keputusan tersebut dilakukan oleh Musk karena khawatir akan adanya sabotase yang dilakukan oleh karyawan.
"Kami mendengar ini karena Elon Musk dan timnya takut karyawan akan menyabotase perusahaan. Selain itu, mereka masih mencoba mencari tahu pekerja Twitter mana yang harus mereka potong aksesnya," ungkap Schiffer.
Diketahui sebelumnya, Elon Musk telah melarang karyawan Twitter bekerja dari jarak jauh.
Pemilik baru Twitter ini mengatakan mereka perlu menghabiskan 40 jam seminggu di kantor kecuali jika dia memberikan izin langsung. Kebijakan ini nampaknya mengundang reaksi keras dari para karyawan.
Bahkan, dikabarkan banyak karyawan yang lebih memilih untuk mendapatkan pesangon daripada harus melanjutkan kerja di Twitter.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1967 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun