Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Bayi Gajah Sumatera Lahir di Kebun Binatang Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bayi gajah lahir pada 17 Maret 2022 di kebun binatang Bali Zoo. Kamis (14/4), bayi gajah itu diajak santap buah bersama induknya.
Manager Marketing, Putu Agus Setiawan menyatakan tim kebun binatang berhasil mengembangbiakkan Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) yang merupakan kelahiran gajah pertama di Bali Zoo semenjak Bali Zoo memiliki gajah dari tahun 2011.
“Anak gajah jantan ini lahir dengan sehat memiliki berat kurang lebih 80 kilogram, pukul 01.00 WITA dini hari dari pasangan betina Terry (39) dengan jantan Budi (34),” ujarnya.
Kata dia, penjodohan sudah dilakukan dari tahun 2017 dan akhirnya berhasil kawin di bulan Mei 2019.
“Kondisi induk (Terry) dan bayi gajah dalam kondisi sehat dan masih dalam pengawasan tim dokter,” ungkapnya.
Selama Terry menyusui, porsi pakannya dinaikkan terutama kacang kedelai, variasi buah buahan seperti buah naga, pisang dan pepaya dan vitamin pasca melahirkan.
Kelahiran satwa dilindungi endemik Indonesia di Bali Zoo di tengah kondisi pandemi merupakan bukti bahwa Bali Zoo tetap berkomitmen untuk kesejahteraan satwa.
“Mulai hari ini, 14 April 2022, bayi gajah yang diberi nama Lanang mulai dikenalkan kepada pengunjung,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4127 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun