Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Bayi Usia 4 Bulan Positif Covid-19 di Karangasem
RSUD Karangasem Rawat 37 Pasien Positif Covid-19
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Bayi berusia 4 bulan terpapar virus Covid-19 dan saat ini tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Karangasem.
Bayi tersebut merupakan satu dari 37 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang dirawat di RSUD Karangasem per hari ini, Senin (14/02/2022).
PLT Direktur RSUD Karangasem, dr. I Gede Yuliasena, MM mengungkapkan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Karangasem saat ini kebanyakan pasien bergejala dengan komorbid atau penyakit penyerta dan insiden.
"Untuk kondisi pasien terkonfirmasi positif yang saat ini dirawat di RSUD Karangasem mulai yang bergejala ringan dengan insiden seperti kecelakaan, gejala sedang hingga gejala berat dengan komorbid, total jumlah pasien positif Covid-19 berjumlah 37 orang ditambah 6 orang pasien suspek yang masih menunggu hasil swab," ujarnya.
Sementara itu, di RSUD Karangasem sendiri ada tiga gedung yang dijadikan sebagai ruang khsusus perawatan pasien covid-19 dengan kapasitas sebanyak 102 tempat tidur.
Dari jumlah kapasitas tempat tidur yang dimiliki tersebut, saat ini 46,16 persen diantaranya telah terisi pasien terkonfirmasi Positif Covid-19.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4247 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 877 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 768 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun