Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Belum Ada Perdana Menteri Baru, Siapa Pimpin Malaysia Saat Ini?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Malaysia belum punya perdana menteri baru karena tak ada pemenang mutlak dalam pemilu akhir pekan lalu. Namun, PM petahana, Ismail Sabri Yaakob, menegaskan Malaysia tetap punya pemerintahan.
Ismail menekankan bahwa pemerintahannya masih disebut sebagai "pemerintahan sementara." Begitu pula dengan kabinetnya.
"Jadi rakyat jangan keliru, seolah-olah tidak ada pemerintah. Pemerintah lama masih ada sebagai pemerintahan sementara atau caretaker government," ujar Ismail, seperti dikutip kantor beirta Bernama, Selasa (22/11).
"Kabinet yang sebelumnya juga masih berfungsi sebagai caretaker cabinet kecuali mereka yang ikut serta atau kalah dalam pemilu. Mereka tak boleh memegang jabatan menteri karena mereka bukan anggota parlemen lagi."
Ia kemudian menjelaskan bahwa jika pemerintahan baru tak kunjung terbentuk, parlemen akan menggelar rapat khusus. Dalam rapat itu, parlemen akan membahas masalah gaji pegawai negeri sipil hingga 31 Desember mendatang. Ismail pun meminta PNS Malaysia agar tak khawatir.
Ismail merilis pernyataan ini ketika Malaysia tengah dilanda ketidakpastian karena tak ada pemenang mutlak dalam pemilu akhir pekan lalu. Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, partai atau koalisi perlu 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas ini yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.
Namun, merujuk pada hasil pemilu yang keluar Minggu (20/11), tak ada satu pun partai atau koalisi berhasil memegang mayoritas. Koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), memang meraih suara terbanyak dalam pemilu akhir pekan lalu dengan 82 kursi. Namun, angka tersebut tak cukup untuk meraih mayoritas.
Sementara itu, koalisi pendukung Muhyiddin, Perikatan Nasional (PN), hanya mendapat 73 kursi. Ia sempat mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari dua kubu politik yang lebih kecil dari Sabah dan Sarawak. Muhyiddin pun sudah sempat mengklaim menang pemilu.
Namun, dengan dukungan Sabah dan Sarawak pun, kursi yang diperoleh koalisi Muhyiddin baru 101, belum mencapai ambang batas. Di tengah kebingungan ini, Raja Al-Sultan Abdullah awalnya memberikan tenggat waktu kepada kedua kubu untuk membentuk mayoritas dan menyerahkan nama calon PM paling lambat Senin pukul 14.00 waktu setempat.
Karena mayoritas tak kunjung terbentuk, Raja Al-Sultan memperpanjang batas waktu menjadi hari ini pukul 14.00. Ketika mayoritas tak juga terbentuk, Raja Al-Sultan akhirnya memanggil Anwar dan Muhyiddin ke Istana Negara.
Menurut Muhyiddin, dalam pertemuan itu Raja Al-Sultan sempat mengusulkan agar ia dan Anwar membentuk pemerintahan bersama. Namun, ia menolak. Setelah pertemuan itu, Anwar mengungkap bahwa raja menegaskan harus ada kerja sama seluruh partai agar terbentuk pemerintahan yang kuat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1966 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun