Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Bendungan Nova Kakhovka Meledak, Satu Kota di Ukraina Tenggelam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wali kota yang ditunjuk Rusia di Kota Nova Kakhovka, Vladimir Leontyev, mengatakan kota di wilayah selatan Ukraina itu tenggelam usai bendungan meledak pada Selasa (6/6).
Leontyev mengatakan air dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kakhovka membludak tak terkendali usai meledak.
"Pada saat PLTA Kakhovka terus roboh, air keluar tidak terkendali," ujar Leontyev saat siaran TV Channel One, seperti dikutip TASS, Selasa (6/6).
Pada Selasa dini hari, bendungan Nova Kakhovka meledak dan menimbulkan banjir bandang.
Sejumlah video yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan air melonjak melalui sisa-sisa tanggul usai meledak. Ketinggian air itu langsung naik beberapa meter dalam hitungan jam. Luapan air itu pun melintasi zona perang kedua negara.
Menurut layanan darurat Kakhovka, sekitar 600 rumah terendam imbas bencana tersebut.
Baik Rusia dan Ukraina sejauh ini saling menuduh mengenai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky marah dan menuduh Rusia sebagai pihak yang melakukan perusakan.
"Penghancuran bendungan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka hanya menegaskan bagi seluruh dunia bahwa mereka (Rusia) harus diusir dari setiap sudut tanah Ukraina," kata Zelensky di Telegram.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menuding Ukraina menyabotase bendungan untuk mengalihkan perhatian dari serangan balasannya yang kacau.
Bendungan Kakhovka merupakan tanggul dengan tinggi 30 meter dan panjang 3,2 kilometer. Bendungan ini menampung air yang sama dengan Great Salt Lake di negara bagian Utah Amerika Serikat.
Kakhovka dibangun pada 1965 di Sungai Dnipro sebagai bagian dari PLTA Kakhovka. Bendungan ini juga memasok air ke semenanjung Crimea, yang dicaplok Rusia pada 2014, dan ke pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang juga di bawah kendali Kremlin.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tak ada risiko langsung terhadap nuklir di pabrik akibat meledaknya bendungan. Meski begitu, IAEA menegaskan pihaknya sedang memantau situasi dengan cermat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2087 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun