Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Berkah Awig-Awig Hutan di Belok Sidan

Minggu, 16 September 2018, 14:46 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Masyarakat Desa Belok Sidan Kabupaten Badung kini menikmati berkah dari penerapan awig-awig hutan. Berkah tersebut tidak hanya berupa lestarinya hutan desa tetapi juga adanya manfaat ekonomi bagi masyarakat. 
 
[pilihan-redaksi]
Tercatat dua dusun di Desa Belok Sidan telah menerapkan awig-awig pelestarian hutan sejak 5 tahun lalu. Dusun tersebut yaitu Dusun Bon dan Dusun Jempanang.
 
Pengelola Agrowisata D'Alas I Wayan Terima mengakui dengan lestarinya hutan telah menjadikan wilayah sekitarnya sebagai kawasan ekowisata. Berkembangnya ekowisata ini memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.
 
"Aturan adat atau awig-awig lebih efektif dalam menjaga hutan, masyarakat mulai sadar, kalau dulu sampai bawa senso (alat pemotong kayu) ke tengah hutan" kata Terima yang juga pengelola Koperasi Sumber Merta Buana saat dikonfirmasi di Belok Sidan pada Minggu (16/9).
 
Menurut Terima, dengan adanya awig-awig hutan masyarakat tidak ada lagi yang sembarangan masuk hutan. Berbeda dengan sebelumnya, dimana sampai ada warga yang memindahkan patok batas hutan agar lahan miliknya menjadi lebih luas.
 
[pilihan-redaksi2]
"Dengan awig-awig sekarang yang melanggar bisa kena denda mulai dari satu juta rupiah, bahkan sekarang berburu juga sudah dilarang di sekitar wilayah desa" ungkap Terima.
 
 
Terima mengungkapkan sebelum adanya awig-awig pengawasan dilakukan oleh polisi hutan. Akibatnya pengawasan tidak efektif, karena jumlah personil yang terbatas dan kantornya berada di Denpasar. 
 
"Kalau sekarang kan ada pecalang yang melakukan pengawasan, belum lagi masyarakat juga ikut berpartisipasi. Masyarakat juga berpartisipasi ikut melestarikan dengan melakukan penanaman " ujar Terima.
 
 
Terima berharap adanya kontribusi dari para pelaku pariwisata dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat. Mengingat kawasan disekitar hutan telah menjadi daerah tujuan wisata dan kawasan hutan menjadi daerah tangkapan air yang menyediakan pasokan air bagi daerah hilir. (bbn/mul)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami