Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 29 September 2026
Bertatap Muka dengan Krama Bali, Jokowi Ingatkan Pemilu Bukan Perang
Sabtu, 23 Maret 2019,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertatap muka dan beramah tamah dengan ribuan krama serta tokoh masyarakat Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (22/3) petang.
[pilihan-redaksi]
Hujan yang mengguyur seputaran Ardha Candra tak menyurutkan antusiasme Krama Bali yang ingin bertatap muka langsung dengan Presiden kebanggaan mereka. Presiden Jokowi dalam pengarahannya antara lain mengingatkan agar Krama Bali tetap menjaga persatuan, persaudaraan dan kerukunan terkait pelaksanan Pemilu 17 April 2019 mendatang.
Hujan yang mengguyur seputaran Ardha Candra tak menyurutkan antusiasme Krama Bali yang ingin bertatap muka langsung dengan Presiden kebanggaan mereka. Presiden Jokowi dalam pengarahannya antara lain mengingatkan agar Krama Bali tetap menjaga persatuan, persaudaraan dan kerukunan terkait pelaksanan Pemilu 17 April 2019 mendatang.
“Ingat, Pemilu itu bukan perang. Pemilu merupakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik. Karena merupakan pesta, maka harus disambut dengan riang gembira. Jangan ada yang menebar ancaman atau menakut-nakuti,” urainya.
Ia ingin seluruh komponen masyarakat menyambut Pemilu dengan cara beradab, beretika, berbudaya dan bertata krama. “Jangan menyebar hoax, fitnah yang dapat memecah belah persatuan,” imbuhya.
Masih dalam konteks pemilihan umum, Jokowi tak menginginkan munculnya saling bermusuhan antar warga hanya karena perbedaan pilihan. “Jangan hanya karena beda pilihan, jadi tidak rukun, jadi tidak bersatu. Saya tak ingin antar tetangga tak saling sapa karena beda pilihan,” cetusnya.
Namun ia yakin, dengan semangat menyama braya, Krama Bali tetap bisa menjaga rasa persatuan dan persaudaraan hingga hari pencoblosan 17 April mendatang.
Pada bagian lain, Jokowi yang didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja juga mengutarakan rasa bahagianya karena bisa hadir di tengah-tengah tokoh masyarakat seperti sulinggih, pemangku, bendesa adat, perbekel, pekaseh dan sekaa teruna.
Menurutnya mereka adalah penjaga terdepan dan pembela terkuat adat serta budaya Bali. “Mereka tak pernah lelah untuk menjaga NKRI dan Pancasila,” tandasnya sembari mengingatkan agar seluruh Krama Bali tetap menjaga persatuan, merawat persaudaraan dan kerukunan. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga memanggil dua peserta tatap muka naik ke atas panggung untuk berdialog tentang upaya pelestarian budaya.
Bendesa Adat Selemadeg Barat Nyoman Geriyasa memanfaatkan kesempatan berdialog dengan Jokowi untuk menyampaikan harapan agar pemerintah lebih memberi perhatian kepada Desa Adat, khususnya alokasi anggaran.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih atas kesediaan Presiden Jokowi berkunjung dan bertatap muka dengan Krama Bali. Menurutnya, arahan dan wejangan Jokowi akan menjadi tuntunan bagi masyarakat Bali dalam melaksanakan pembangunan berlandaskan Tri Hita Karana yang didasari konsep Sad Kertih yaitu Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih dan Jagat Kertih.
Lebih jauh Koster mengurai, adat istiadat, tradisi dan budaya Bali merupakan modal utama pembangunan Daerah Bali dan juga merupakan asset bangsa. Selama ini, yang berperan penting dan berada di garda terdepan dalam memelihara dan melestarikan tradisi, adat istiadat dan budaya Bali adalah Desa Adat.
[pilihan-redaksi2]
“Biaya untuk mendanai upaya pelestarian tersebut masih bersifat swadaya,” ucap Koster yang didampingi Ny. Putri Suastini Koster.
“Biaya untuk mendanai upaya pelestarian tersebut masih bersifat swadaya,” ucap Koster yang didampingi Ny. Putri Suastini Koster.
Mengingat makin dimanisnya tantangan ke depan, Koster mengharapkan kehadiran negara dalam upaya pelestarian adat dan budaya Bali. Untuk itu, Ia mohon kepada Presiden Jokowi agar mempertimbangkan pengalokasian dana APBN untuk Desa Adat di Bali.
Selain minta perhatian pemerintah terhadap keberadaan Desa Adat, pada kesempatan itu Koster juga mengutarakan berbagai upaya yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam upaya pelestarian budaya. Satu diantaranya adalah rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali lengkap dengan panggung terbuka, museum tematik dan sarana pendukung lain yang mendukung kemajuan pariwisata. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8517 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3679 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2509 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026