Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Besok, Jembrana Gelar Pilkades E-Voting Pertama di Indonesia
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Negara. Setelah sebelumnya Kabupaten Jembrana mengukir sejarah sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Pemilihan Kelihan Dusun (Pilkadus) dengan e-Voting, besok kembali Jembrana akan menyelenggarakan e-Voting untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Adalah Desa Mendoyo Dangin Tukad yang oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjadi pilot project penerapan Pilkades untuk pertama kalinya dengan sistem e-Voting. Pemilihan yang akan diikuti 4 calon kepala desa dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2.380 pemilih akan menjadi istimewa karena akan disaksikan pejabat daerah dan pejabat pusat.
Kadis Hubkominfo Pemkab Jembrana, I Gusti Ngurah Putra Riyadi saat ditemui di Jimbarwana Hotel, Minggu (28/7) menyampaikan bahwa Desa Mendoyo Dangin Tukad sudah siap menggelar e-Voting besok.
"Informasi para pejabat pusat yang akan hadir adalah Kepala BPPT, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi, Kementerian Dalam Negeri dan beberapa pejabat daerah yang tahun depan rencananya akan menggelar pilkades dengan e-Voting juga seperti Sragen, Pelalawan Riau, Musi Rawas dan Boyolali,"jelas Putra Riyadi.
Sementara itu Kepala Program E-Voting BPPT, Andrari Grahitandaru, yang ditemui di Jimbarwana Hotel, menyampaikan bahwa Pilkades besok merupakan Pilkades dengan e-Voting pertama di Indonesia yang menggunakan e-KTP dan diharapkan menjadi miniatur sebuah pemilukada.
"Pilkades besok merupakan kajian yang memiliki dua sasaran, yang pertama, mungkin tidak pemilihan umum nasional nanti menggunakan e-KTP dan sasaran kedua terkait efektifitas perekaman e-KTP," papar Andrari.
Pilkades dengan e-Voting besok, Senin (29/7), untuk pertama kalinya pemilih akan menggunakan e-KTP. Dari 2.380 pemilih yang terdaftar di DPT, terdapat 540 pemilih yang belum memiliki e-KTP karena belum melakukan proses perekaman data, sedangkan ada 54 pemilih yang belum mengambil e-KTP.
Atas permasalahan, Andrari menyampaikan jika pemilih yang tidak mempunyai e-KTP akan dilakukan pencocokan surat undangan dengan DPT online, sedangkan pemilih yang memiliki e-KTP akan melakukan verifikasi sidik jari.
"Proses verifikasi sekaligus akan menjadi absensi, sehingga ketika proses perhitungan suara selesai, selain menampilkan pemenang juga menampilkan jumlah golputnya,"pungkas Andrari. (gus)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 825 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 623 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun