Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
BGN Buleleng Tunggu Keputusan Pusat Soal Pembatasan SPPG
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wacana pembatasan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maksimal enam unit di setiap kecamatan masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Hingga saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buleleng belum menerima petunjuk resmi terkait penerapan kebijakan tersebut.
Koordinator Wilayah BGN Buleleng, Rusdianto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan pemetaan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, termasuk terkait moratorium atau penghentian sementara pembangunan SPPG baru.
"Saat ini kita masih mengumpulkan data. Apakah nanti akan diarahkan enam SPPG per kecamatan atau ada penyesuaian sesuai kebutuhan wilayah, kami masih menunggu tindak lanjut dari pimpinan," ujar Rusdianto, Minggu (21/6).
Menurutnya, seluruh proses pembangunan dan pengembangan SPPG saat ini masih mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional melalui portal resmi. Pemerintah daerah hanya menjalankan tahapan sesuai status yang tercantum dalam sistem tersebut.
"Kalau di portal masih dalam proses, berarti kami tetap melakukan monitoring. Kalau diminta survei lapangan, baru kami lakukan survei. Jadi semua mengikuti petunjuk dari sistem," jelasnya.
Data BGN menunjukkan, Kabupaten Buleleng saat ini memiliki 46 unit SPPG yang telah terverifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 unit sudah beroperasi dan melayani masyarakat, sementara delapan unit lainnya telah selesai dibangun dan tinggal menunggu operasional.
Rusdianto menegaskan bahwa hingga kini belum ada instruksi resmi mengenai penghentian permanen maupun pembatasan pembangunan SPPG di Kabupaten Buleleng. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat memastikan apakah kebijakan maksimal enam SPPG per kecamatan akan diberlakukan secara menyeluruh.
"Untuk hal itu kami belum bisa memastikan karena masih menunggu petunjuk dari pusat. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan pemetaan. Jika nantinya kebijakan itu diterapkan, kami sudah siap," katanya.
Di tengah moratorium yang masih berlangsung, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng tetap berjalan dan terus menjangkau masyarakat. Hingga Juni 2026, program tersebut telah melayani sekitar 87 ribu penerima manfaat di berbagai wilayah.
Jumlah penerima manfaat diperkirakan terus bertambah seiring optimalisasi operasional SPPG yang telah berfungsi. Bahkan, BGN memproyeksikan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Buleleng dapat menembus lebih dari 100 ribu orang dalam waktu mendatang.
Keberadaan SPPG menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok sasaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5836 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan