Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Bidan RSUD Sanjiwani Digerebek Pecalang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang bidan RSUD Sanjiwani, Gianyar, Ni Wayan Suartini (34) asal Petulu, Ubud, digerebek pecalang (pengamanan desa adat) serta suaminya ketika sedang asyik bersetubuh dengan selingkuhannya, di sebuah rumah kos di Banjar Batur, Bitera, Gianyar.
Menjelang penggerebegan, suami Suartini, I Wayan Bharata Yasa (35) tengah sembahyang di Pura Hyang Api, Klusa, Payangan. Tibatiba Wayan mendapatkan telpon dari pecalang Bitera.
Dalam komunikasi ditelpon tersebut terungkap kalau istrinya sedang bersama selingkuhannya di kamar kos.
Mendapatkan informasi ini, Wayan langsung ke TKP dan bersamasama pecalang kemudian mendobrak pintu kos.
Ketika pintu didobrak, sang istri tengah telanjang bulat dan sedangngejos (bersetubuh) dengan selingkuhannya, I Nyoman Bataliyono, salah satu guru olahraga di SDN 2 Petulu, Ubud.
Keduanya langsung diangkut ke Mapolsek Kota Gianyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Saya akan laporkan istri saya RSUD Sanjiwani, Dinas Kesehatan serta Bupati Gianyar, biar mereka jera, ungkap sang suami, Bharata Yasa.
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan terungkap kalau sang istri sudah berhubungan dengan Bataliyono sejak setahun yang lalu.
Gelagat sang istri yang sudah memiliki tiga anak ini sebelumnya sudah diketahui oleh Wayan. Lantaran belum cukup bukti, Wayan belum berani menuduh dan mengambil tindakan.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 295 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 221 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 184 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun