Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
BKSDA Evaluasi Kebun Binatang Bali Zoo Usai Insiden Gajah Hanyut
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Persoalan gajah betina hanyut hingga mati mendapatkan perhatian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Lembaga pemerintah yang menaungi alam tersebut memberikan evaluasi terhadap Bali Zoo selaku pemelihara Molly, si gajah yang mati.
Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko menyatakan satwa Gajah memang harus tetap dapat kesejahteraan tidak hanya aspek gizi juga mental.
"Dia harus melakukan sosialisasi berinteraksi dengan alam. Tapi setelah kejadian ini, evaluasi kami Bali Zoo jangan lagi ada sosialisasi di seberang sungai apalagi di musim hujan," tegasnya.
Dikatakan bahwa ia meminta Bali Zoo untuk melakukan interaksi Gajah dengan alam di area yang tidak menyebrangi sungai. "Jangan sampai terjadi lagi, jangan dulu di seberang sungai," harap dia.
Berdasarkan catatan BKSDA Bali, jumlah Gajah yang ada di Bali sebanyak 85 ekor. Sebanyak 15 ekor diantaranya diberikan hak penitipan di Lembaga Konservasi Bali Zoo.
"Gajah merupakan salah satu satwa yang dilindungi UU dan otomatis menjadi milik negara. Zoo hanya dapat hak penitipan. Ada register yang kami punya itu adalah milik negara. Jadi peristiwa ini akan kami sampaikan secara runut ke pusat," jelasnya.
BKSDA juga meminta Bali Zoo meningkatkan mitigasi bencana agar hal serupa tidak terulang kembali. "Dari kejadian ini, tentu kita dapat pembelajaran. Sejauh mana nanti antisipasinya agar tidak terulang kembali kecelakaan ini," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1323 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1016 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 855 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik