Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Bona Alit Pentaskan Tarian Hancurnya Dunia
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sanggar Bona Alit akan mementaskan tarian kolosal bersama tokoh spiritual dunia, Anand Khrisna. Pementasan ini sendiri bakal dilaksanakan pada tanggal 22 Juni mendatang bertepatan dengan PKB (Pesta Kesenian Bali). Apa yang mendasari sanggar yang sudah berdiri 20 tahun ini menggandeng tokoh spiritual kondang Anand Khrisna?
Ketika dimintai keterangannya pemilik sanggar Bona Alit, I Gusti Ngurah Alit Putra yang akrab dikenal dengan nama Alit Bona ini menjelaskan kalau Anand Khrisna merupakan figur yang kritis terhadap dunia kehidupan, disamping memang tulisannya sangat menyentuh kehidupan manusia. Untuk itu, sangat pas kalau dikolaborasikan dengan karya ciptaannya yakni Plasma O (Kosong).
“Dunia sedang krisis demensi, sangat penting untuk disikapi, dan kami menyikapinya dengan karya seni,“ jelasnya.
Lebih jauh, maksud dari Plasma O (kosong) ini sendiri, sambung Alit Bona adalah suatu karya seni yang menceritakan bagaimana hancurnya dunia ini, dimana-mana muncul kebencian, saling membunuh, perang
dan saling maki.
Dan dengan ganasnya dunia ini, kekuatan alam serta isinya sedang marah besar, sehingga berimbas fatal dengan mengembalikan kehidupan manusia pada titik kembali ke titik O (Kosong).
“Dunia sekarang sedang parah, ditengah keparahan ini, dunia akan murka, dan kita bakal dikembalikan kepada titik O, dan dalam tarian yang kami tampilkan ini tak ada kalah dan menang,“ ujarnya sambil melatih para penari menjelang pentas bulan depan. (Art)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 675 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 629 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 465 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik