Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Bos Tentara Wagner Beberkan Alasan Putin Ogah Setop Invasi Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bos tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, mengungkapkan alasan Presiden Rusia Vladimir Putin enggan menghentikan invasinya ke Ukraina yang telah berlangsung satu tahun lebih ini.
Baca juga:
Tabrakan Bus dan Taksi Motor, 10 Orang Tewas
Prigozhin menilai salah satu alasannya yakni Rusia yakin Ukraina akan terus berupaya merebut kembali wilayahnya seperti Crimea yang dicaplok Moskow pada 2014 lalu.
"Saya benar-benar yakin bahwa Ukraina dengan bantuan blok NATO akan melampaui batas ini dan merebut kembali wilayah mereka sampai sebelum (pencaplokan Crimea) 2014," kata Prigozhin dalam unggahannya di Telegram Wagner Group pada Sabtu (4/3).
"Tidak diragukan lagi. Perang akan dimulai lagi. Konflik semacam ini mungkin berubah menjadi lebih tragis dan berdarah daripada yang pertama. Oleh karena itu, kita perlu berjuang untuk Rusia di sini dan saat ini," papar sekutu dekat Putin itu menambahkan.
Prigozhin, si eks "koki" Putin, merupakan salah satu elit Rusia dalam lingkaran dalam Putin yang terkenal blak-blakan.
Meski dekat dengan Putin, Prigozhin tak segan mengkritik militer Rusia dan Kementerian Pertahanan Rusia soal strategi perang mereka di Ukraina.
Sementara itu, tentara bayaran Wagner Group telah membantu Rusia melancarkan agresi sejak awal invasi berlangsung. Pasukan Prigozhin telah banyak berperan membantu operasi militer Rusia di Kota Bakhmut yang terus menjadi pusat pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina sejak beberapa bulan terakhir.
Dikutip NewsWeek, Prighozin semakin vokal mengkritik pasukan Rusia di Ukraina. Ia bahkan mengklaim sebagian besar capaian pasukan Rusia di Ukraina sejauh ini adalah berkat kerja tentaranya.
Dalam sebuah audio yang diunggah di Telegram, Prigozhin menyebut Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Staf Umum Valery Gerasimov yang ingin mencoba "menghancurkan" Wagner Group.
Beberapa pekan lalu, ia juga mengklaim berhasil menguasai Kota Krashna Hora tanpa menyebut peran tentara Rusia.
Meski punya peran penting, sejumlah pihak menilai Wagner kehilangan banyak tentara. Menurut Amerika Serikat, sebanyak 90 persen tentara yang meninggal di pihak Rusia merupakan pasukan Wagner.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2002 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1837 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1365 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1245 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah