Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Bukan Terima Buket Bunga, Wisudawan Ini Malah Dapat Kwangen Raksasa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Viral di media sosial saat momen wisuda bukannya mendapat buket bunga, pria viral ini justru memberikan kado wisuda untuk kerabatnya berupa kwangen raksasa.
Kado yang biasa diberikan saat wisuda adalah bunga, coklat, boneka hingga barang favorit seperti sepatu, pakaian ataupun tas. Namun jenis-jenis kado tersebut nampaknya tak menarik bagi pria ini karena dirinya justru memberikan kado wisuda yang cukup antimainstream untuk kerabatnya.
“Wisuda ngasih bouquet bunga? Mana maen, kwangen raksasa lahh,” tulisnya dalam video yang diunggah akun Instagram @infobali.viral, dikutip pada Jumat (22/12/23).
Dengan santainya, pria ini memboyong kwangen raksasa itu di acara wisuda kerabatnya. Sang teman yang hari itu merayakan hari bahagianya lantaran sudah lulus mendadak pasang wajah heran.
Bagaimana tidak, di depan matanya itu ia melihat pemandangan kwangen raksasa yang dibawa temannya. Meskipun terlihat heran, pria ini kemudian tertawa seolah tak menyangka temannya memiliki ide gokil.
Ia kemudian mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama. Untuk diketahui, kwangen merupakan keharuman yang berfungsi untuk mengharumkan nama Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Biasanya, kwangen digunakan sebagai isyarat agar bhakta senantiasa terus mengingat dan mengharumkan nama suci Tuhan.
Kwangen ini hampir selalu ada dalam Upacara persembahyangan serta Upacara Panca Yadnya. Tujuannya untuk menekankan bahwa Tuhan adalah indah, suci, dan harum.
Menurut lontar Sri Jaya Kesunu disebutkan kwangen sebagai simbol “Om Kara”, demikian pula dalam Upanisad bahwa Kwangen sebagai lambang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Unsur yang membentuk Kwangen seperti Kojong (terbuat dari daun pisang) sebagai lambang Ardha Candra, uang kepeng (uang bolong) sebagai lambang Windhu, Cili sebagai lambang Nada dan Porosan Silih Asih sebagai lambang Purusa dan Pradana.
Dalam persembahyangan Kwangen dipergunakan pada sembah ke-3 yakni sembah yang ditujukan kepada Ista Dewata dan ke-4 mohon waranugeraha Ida Sang Hyang Widhi, serta permohonan dari umat agar Ida Sang Hyang Widhi asih kepada yang bhakti (penyembah). (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5517 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3480 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2320 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1135 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan