Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Pengaduan Jasa Keuangan di Bali Melonjak 265 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengaduan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan di Bali mengalami lonjakan hingga 265,65 persen. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat fintech dan perbankan menjadi dua sektor yang paling banyak menerima pengaduan.
Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman mengatakan, sejumlah persoalan yang dilaporkan masyarakat memiliki karakteristik berbeda pada masing-masing sektor.
Pada sektor fintech, pengaduan masyarakat banyak berkaitan dengan perilaku petugas penagihan. Sementara pada sektor perbankan, persoalan yang paling banyak dilaporkan berkaitan dengan restrukturisasi kredit dan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
"Untuk lembaga jasa keuangan yang berada di bawah kewenangan OJK Provinsi Bali, tercatat terdapat 53 pengaduan terhadap Pelaku Usaha Jasa Keuangan atau PUJK yang berkantor pusat di Bali," ujarnya, Selasa (15/9/2026) di Denpasar.
Dari 53 pengaduan tersebut, sebanyak 98,11 persen telah diselesaikan. Sementara satu pengaduan masih dalam proses penyelesaian di lembaga jasa keuangan.
Penyelesaian pengaduan dilakukan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Melalui mekanisme tersebut, lembaga jasa keuangan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atas pengaduan yang disampaikan konsumen.
"Setelah pengaduan masuk, lembaga jasa keuangan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Selanjutnya, konsumen dapat menentukan apakah menerima penyelesaian yang ditawarkan atau melanjutkan proses melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa maupun jalur hukum," bebernya.
Selain pengaduan, permintaan layanan SLIK yang sebelumnya dikenal masyarakat sebagai BI Checking juga mengalami peningkatan.
"Hingga Agustus, OJK Provinsi Bali telah melayani 9.776 orang untuk layanan SLIK. Angka tersebut meningkat 31,75 persen dibandingkan periode sebelumnya," ucapnya.
Peningkatan pengaduan dan layanan informasi tersebut menjadi bagian dari perhatian OJK dalam memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan Bali.
OJK bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI juga melakukan langkah preventif dan kuratif untuk mengantisipasi masyarakat menjadi korban investasi maupun aktivitas keuangan ilegal.
Langkah pencegahan dilakukan melalui koordinasi, sosialisasi, edukasi, hingga diseminasi informasi kepada masyarakat. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran investasi dan layanan keuangan ilegal.
Salah satu langkah terbaru dilakukan OJK melalui kerja sama dengan PT Angkasa Pura dengan menayangkan iklan layanan masyarakat melalui videotron.
Di Denpasar, terdapat empat titik videotron yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Sementara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdapat tiga titik videotron, terdiri dari dua titik di area internasional dan satu titik di area domestik.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan