Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Bukti Toleransi Suku Sasak dengan Warga Hindu-Bali di Lombok
BERITABALI.COM, NTB.
Kepala Dinas Sosial NTB, Dr Ahsanul Khalik bersama penelitian dari Australia Dr James Stevenson Bennett, menjadi narasumber dalam Studium Generale Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Mataram, Selasa (13/9).
Pada acara dengan thema "Dakwah Moderat dan Merawat Tradisional Akademik Untuk Memperkokoh Integrasi kebangsaan" tersebut, Dr James Stevenson Bennett memaparkan hasil penelitiannya tentang masyarakat Suku Sasak di Lombok yang hidup damai dengan masyarakat Hindu Bali.
Dengan kajian terkait sejarah Mayura dan berbagai adat istiadat yang berkembang pada masyarakat Sasak. James Stevenson Bennett menyampaikan, Suku Sasak tempo dulu sangat ramah terhadap berbagai jenis budaya yang masuk. Hal itu dibuktikan dengan motif-motif kain yang ada di Suku Sasak yang banyak didominasi dari India.
Sementara itu, Dr Ahsanul Khalik dalam paparannya menyampaikan pesan kepada mahasiswa-mahasiwi UIN Mataram untuk berbuat baik kepada semua orang. Sebab Tuhan memerintahkan bukan berbuat baik bukan hanya kepada mereka yang memeluk agama Islam saja. Melainkan kepada semua orang, tanpa membedakan suku, rasa, dan jenis kelamin.
Baca juga:
Melestarikan Wayang Sasak di Era Digital
"Memperlihatkan wajah Islam yang teduh, dapat ditunjukan dengan menyebarkan nilai-nilai dakwah moderat. Saling menghargai serta tidak mengandung nilai kekuasaan berlebih," kata Khalid.
Dakwah menurutnya tidak hanya dilakukan melalui tempat ibadah, melainkan dengan menunjukkan sikap dan perilaku. Sehingga dengan demikian. dia yakin tidak akan ada lagi kelompok-kelompok yang radikal.
Dakwah moderat harus dipahami sebagai suatu sikap dakwah yang memberi nilai pada yang berseberangan pada bagian tertentu. Artinya memberi nilai tidak lebih dari porsi semestinya dan tidak menghakimi dan memuliakan manusia, serta hidup rukun damai dalam keragaman.
Di sela pemaparannya tentang dakwah moderat, Khalik menyampaikan pengalamannya menyelesaiakan berbagai konflik yang mengatas namakan agama. Kala itu dirinya menjadi camat Cakranegara, Kota Mataram.
Yang prinsipnya melalui penguatan pemahaman kepada semua pihak yang berkonflik, tidak menjadikan diri sebagai bagian dari konflik dengan memihak golongan tertentu saja. Akan tetapi penyelesaian konflik harus melalui pendekatan memahami nilai-nilai yang diyakini masing-masing pihak serta mempertemukan kesesuaian dan kesamaan universal yang dimiliki.
Hadir pada Studium Generale kali ini, Rektor UIN Mataram Prof Dr TGH Masnun Tahir M Ag, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram, Dr Muhammad Saleh MA dan para Wakil Dekan, para ketua jurusan dan para Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram serta mahasiswa - mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4686 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan