Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bulan Bahasa Bali VII di Bangli, Pelestarian Budaya di Tengah Kemajuan Teknologi
BERITABALI.COM, BANGLI.
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke VII tahun 2025 kembali digelar di seluruh kabupaten/kota di Bali, termasuk di Kabupaten Bangli.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Berbagai lomba diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali ke VII, seperti nyurat aksara Bali, mesatwa Bali, dan nyurat lontar. Dengan mengusung tema Jagat Kerthi Jagra Hita Samasta, yang berarti altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kesadaran menuju keselarasan dengan semesta raya, diharapkan warisan leluhur ini tetap lestari.
Di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli, peserta tampak antusias mengikuti perlombaan. Camat Tembuku, I Putu Sumardiana, menegaskan pentingnya pelaksanaan Bulan Bahasa Bali sebagai upaya menjaga seni, adat, dan budaya di tengah gempuran teknologi.
“Pelaksanaan Bulan Bahasa menjadi hal yang sangat penting saat ini, mengingat perkembangan teknologi yang pesat dapat berdampak pada seni dan budaya Bali. Dengan berbagai lomba yang digelar, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin semangat dalam mempertahankan dan memuliakan bahasa serta sastra Bali,” ujar I Putu Sumardiana, Rabu (26/2/2025).
Sementara itu, Kepala Desa Yangapi, I Wayan Dedi Kurniawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan berencana untuk meningkatkan jumlah program pelestarian budaya di masa mendatang.
“Kami siap mendukung kegiatan ini dan ke depan akan menyelenggarakan lebih banyak lagi kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian bahasa, sastra, serta adat dan budaya Bali,” kata I Wayan Dedi Kurniawan.
Dengan adanya pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025 ini, diharapkan bahasa, aksara, dan sastra Bali dapat terus lestari. Seni dan adat budaya yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Bali harus tetap dijaga di tengah derasnya arus kemajuan teknologi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan