Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Bule Inggris Kecopetan di Bemo
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang warga negara Asing kembali menjadi korban tindak pidana pencurian di Buleleng, kali ini seorang Warga Negara Inggris menjadi sasaran aksi yang pelakunya belum diketahui identitasnya saat menumpang bemo kuning ke Terminal Banyuasri.
Kota Singaraja nampaknya sudah tidak aman dan nyaman lagi, bahkan tindak kejahatandi jalan raya mulai marak, sebab setelah aksi penjambretan yang masih menjadi pekerjaan rumah Sat Reskrim Polres Buleleng, selasa (21/10) polisi kembali dihadapi kasus pencopetan yang menimpa Jason Patrick Mangan (35), Warga Negara Inggris saat menumpang angkutan umum, bemo warna kuning dari RS Paramasidhi ke Terminal Banyuasri.
“diduga korban kehilangan uang saat berada didalam angkutan umum, uang diambil oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya pada saku celana korban, ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. I Made Sudirsa.
Korban Jason Patrick Mangan yang menginap di Hotel Perama Lovina mengetahui kehilangan uang sebesar enam juta rupiah setelah mobil angkutan itu berlalu, sehingga kasus pencopetan itu dilaporkan ke polisi.
Sementara, menyikapi kasus pencopetan yang menimpa Warga Negara Asing tersebut, Sat Reskrim Polres Buleleng langsung menyebar Buser-nya, namun sayang, kasus tersebut belum berhasil diungkap. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 352 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 304 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 255 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun