Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Buleleng Terima 50.000 Dosis Vaksin Astrazeneca
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kabupaten Buleleng Bali kembali menerima pasokan vaksin COVID-19. Kali ini, vaksin Astrazeneca diterima sebanyak 50.000 dosis untuk suntikan pertama. Monitoring terhadap pelaksanaan vaksinasi ini akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah yang juga Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Buleleng Gede Suyasa usai memimpin rapat koordinasi terkait vaksinasi di ruang kerjanya, Minggu (2/5).
Gede Suyasa menjelaskan jatah vaksin yang diterima sekitar 50.000 dosis dengan merk Astrazeneca. Jumlah tersebut harus dihabiskan untuk suntikan pertama. Dengan sasaran prioritas yang ditentukan. Prioritas ini akan diputuskan dalam rapat yang akan diselenggarakan hari Senin (3/5). Mana yang akan dimasukkan sebagai prioritas. Apakah prioritasnya adalah kawasan padat atau di kota, desa/kelurahan yang sedang menghadapi kasus aktif atau terakumulasi tinggi.
“Berdasarkan arahan juga menyasar lansia. Beberapa skema disiapkan. Tentu keputusannya besok dengan Ketua Satgas yaitu Bapak Bupati. Skema mana yang digunakan dan berapa persen lansia yang akan disasar dari 63.000 yang sudah ditargetkan sebelumnya,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan vaksinasi kali ini, akan ditugaskan seluruh pimpinan OPD untuk memonitoring. Dengan skema satu desa/kelurahan, satu OPD. Siapa-siapa yang bertanggung jawab agar pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar. Pelibatan OPD ini disebabkan karena vaksinasi diberikan waktu dari tanggal 5 sampai 19 Mei 2021. Dengan waktu tersebut, sebanyak 50.000 dosis harus habis. Tentu desa dinas dan desa adat juga harus terlibat.
“Besok akan kita koordinasikan lagi setelah rapat dengan Ketua Satgas dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD),” ujar Suyasa.
Lebih lanjut, Suyasa mengatakan pelibatan OPD ini sesuai dengan skema yang dibuat oleh Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali. Pihak Satgas Provinsi mengharapkan setiap OPD ikut terlibat untuk memonitor jalannya vaksinasi. Jika ada yang kurang lancar bisa langsung dilaporkan ke Satgas Kabupaten. Tidak sampai masuk ke ranah medis atau memvaksin.
“Hanya memonitor. Jika ada yang tersumbat pimpinan OPD yang mendekati. Secara umum, pelaksanaan vaksinasi di Buleleng tidak ada masalah selama ini. Tapi, alangkah baiknya OPD juga ikut berpartisipasi,” katanya.
Disinggung mengenai vaksinator, dirinya menambahkan kemungkinan ada pelibatan dari pihak Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Selama ini diketahui Undiksha juga memiliki SDM dalam bidang kesehatan ataupun dokter. Namun, selama pelaksanaan vaksinasi, jumlah vaksinator di Buleleng mencukupi. Hanya saja yang perlu diatur adalah membagi vaksinator pada desa-desa. Pelaksanaan vaksinasi pun tidak harus di desa tersebut. Jika vaksinatornya bisa datang ke desa masing-masing dengan jumlah yang sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan, itu lebih baik dan mudah.
“Tetapi kalau bisa masyarakatnya yang disasar dengan kuota jumlah per desa, itu bisa juga didatangkan ke Puskesmas atau di tempat tertentu. Besok akan kita koordinasikan lagi,” tukas Suyasa.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1565 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1178 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1026 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 904 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah