Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buleleng Timur Mulai Diserang Ulat Bulu

Jumat, 15 April 2011, 13:59 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Ulat bulu di Bali Utara sejak dua hari terakhir mulai menyerang wilayah Buleleng Timur, tepatnya di Desa Bondalem Kecamatan Tejakula. Ulat dengan jenis yang berbeda dengan ditemukan di Kecamatan Gerokgak dan Buleleng itu menyasar pohon jempinis hingga tidak berdaun, bahkan ulat bulu itu juga mulai masuk ke rumah warga setempat.

[pilihan-redaksi]

Tidak sehelai daunpun tersisa dari pohon jempinis akibat serangan ulat bulu yang tumbuh dihalaman rumah warga di Desa Bondalem Kecamatan Tejakula, hingga Jumat (15/4) ulat bulu yang kehilangan makanan utamanya itu akhirnya mengerayangi rumah warga, baik ditembok maupun dilantai.

"Ulat bulunya bergerombol dari batang hingga keatas, sehingga oleh warga langsung dibakar dan menebang pohon yang menjadi sasarannya, memang warga resah dengan populasi ulat bulu yang meningkat ini," ungkap Gede Ardana, warga Desa Bondalem.

Perkembangan ulat bulu itupun di Desa Bondalem mulai meresahkan warga. Puluhan ulat bulu yang kehilangan sumber makanan, lantaran pohon Jempinis ditebang dan tempat berkembang biakannya dibakar mulai mengeranyangi rumah warga, beberapa diantaranya merayap pada tembok, atap rumah dan juga memasuki lantai.

Perbekel Desa Bondalem Gede Rasadana mengatakan, saat ini baru diketahui dua lokasi serangan hama ulat bulu yang jenisnya belum diketahui, namun diharapkan Pemerintah dengan cepat dapat melakukan antisipasi.

"Warga sendiri sudah tidak mampu mengatasi ulat bulu ini dan kalau mengandalkan alat semprot petani sudah tidak mampu, sehingga kami meminta pemerintah langsung ke lapangan melakukan penanganan dengan segera," ujarnya.

Upaya sementara dengan serangan ulat bulu yang masuk ke rumah warga dilakukan secara sederhana oleh Warga setempat dengan memanfaatkan alat semprot serangga, sehingga hasilnya tidak maksimal, beberapa ulat masih tetap masuk merayap pada rumah warga.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami