Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Camping Ground WEST Tukadaya Menjadi Lokasi Layar Tancap
Road To Bali Makãrya Film Festival
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Festival Film Bali Makãrya akan diselenggarakan pada 16 - 21 Oktober 2022. Menjelang puncak acara, diadakan acara Road To Bali Makãrya Film Festival, dengan agenda layar tancap.
Layar tancap pertama mengunjungi Desa Tukadaya di Kabupaten Jembrana, dengan mengambil tempat di Pangkung Jaka Camping Ground yang dikelola oleh Pokdarwis WEST Desa Tukadaya.
Dalam acara Road To Bali Makãrya Film Festival, akan diputar film cerita panjang berjudul “Cita-citaku Setinggi Tanah” (CCST) karya Eugene Panji. Film CCST adalah film Indonesia bergenre drama yang diproduksi tahun 2012. Film ini dibintangi oleh Muhammad Syihab, Dewi Wulandari, Iqbal Zuhda, Nina Tamam, Agus Kuncoro, dan Donny Alamsyah.
Film dengan durasi 82 menit ini, bercerita tentang anak-anak desa yang tiba-tiba harus memikirkan apa cita-cita mereka, karena mendapat tugas untuk menulis karangan tentang cita-cita mereka di masa depan.
Latar film ini adalah kehidupan masyarakat desa di Jawa Tengah, yang asri dengan sawah, sungai dan aktivitas masyarakatnya. Road To Bali Makãrya Film Festival di Jembrana akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022.
Kegiatan akan diawali dengan sesi bercerita bersama anak-anak dan remaja setempat, dengan tema Cita-citaku, yang dilanjutkan dengan pemutaran film mulai pukul 18.30 WITA. Sebelum pemutaran film CCST, akan diputar terlebih dahulu film pendek @ItsDekRaaa, yang merupakan film produksi Desa Tukadaya - Jembrana.
Layar Tancap Road To Bali Makarya Film Festival di Jembrana ini, merupakan kerjasama Festival Bali Makarya dengan Sanggar Bali Tersenyum, yang menggandeng Pokdarwis WEST.
“Kami sangat terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak untuk kegiatan positif, guna mendukung usaha kami dalam gerakan literasi secara luas. Film adalah salah satu media yang sangat kuat untuk menginspirasi dan membangun masyarakat,” ungkap Komang Sutirtayasa selaku pengasuh sanggar Bali Tersenyum Kamis (29/09/2022).
Tirtayasa juga mengungkapkan,kegiatan-kegiatan serupa ini menjadi jalan kami juga untuk mempromosikan potensi desa, sekaligus mendapat masukan dari pihak luar yang datang dan terlibat dalam agenda acara ini.
“Desa kami sudah pernah dijadikan tempat pembuatan film pendek, tapi siapa tau ada sineas lain yang melirik desa kami menjadi sebuah tempat pembuatan film bioskop. Tentu kami akan sangat senang dan mendukung sepenuhnya,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 573 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 564 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 371 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun