Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Cegah Penularan Covid-19, Peserta Misa Natal Dibatasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perayaan Natal di tengah Pandemi Covid-19 menjadikan sejumlah pengurus gereja harus membatasi jumlah jemaat aatu umat yang akan melakukan misa Natal. Pembatasan ini dilakukan untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan.
Salah satunya, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Singaraja membatasi jumlah jemaat yang melakukan ibadah langsung di Gereja untuk menghindari penularan COVID-19, Selama prosesi misa Natal. Pengurus Gereja telah membentuk tim khusus yang bertugas menjaga proses peribadatan tetap berdasarkan protokol kesehatan.
Pembatasan jumlah jemaat, agar isa diatur tentang jarak antar jemaat saat bersembahyang di dalam gereja. Selain itu, tidak ada keurmunan atau berdesak-desakan. Namun, pihak pengelola ereja juga sudah memastikan bahwa sarana dan prasarana protokol kesehatan sudah tersedia.
“Misa Natal dibagi dalam 3 hift, dari mulai jam 4 sore, kemudian jam 7 malam, dan terakhir jam 10 malam. Yang biasanya dihadiri 500 lebih sekarang hanya dihadiri sekitar 300 orang.” ujar Ketua DPP Paroki, Adrianus Agung Baliyono
Adrianus menjelaskan Jemaat sebelum masuk gereja harus melalui aturan yang sudah ditentukan oleh panitia. Mereka harus dipastikan dalam keadaan sehat dan sudah di cek suhu tubuh, melalui dan melakukan cuci tangan pada sarana yang telah tersedia dan wajib memakai masker.
“Kami dalam kondisi prihatin sekarang, tapi misa Natal tetap jalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah dan tidak menyalahi aturan,” tambahnya.
Pihaknya pun berharap agar pandemi COVID-19 ini segera berlalu. Agar peribadatan bisa kembali normal seperti biasanya dan ekonomi di Bali kembali pulih.
“Ya momen hari Natal ini mudah-mudahan bisa menjadikan kita lebih tekun beribadah, kita berdoa agar covid-19 ini bisa segera hilang,” harapnya
Sementara itu, Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Made Santika mengatakan, aparat akan memastikan protokol kesehatan akan dilaksanakan ketat dengan membangun posko penjagaan di dekat gereja Katolik Paroki Santo Paulus. Posko ini nantinya bertujuan mengawasi agar tidak terjadi-hal-hal yang diinginkan.
"Kita sudah bangun posko dekat gereja, nanti juga pas jemaat berdatangan kita atur agar menerapkan protokol kesehatan. Kita juga ada petugas diturunkan di sana untuk mengawasi," singkatnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4223 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1444 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 763 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun