Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
Cegah Penularan Covid-19, Peserta Misa Natal Dibatasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perayaan Natal di tengah Pandemi Covid-19 menjadikan sejumlah pengurus gereja harus membatasi jumlah jemaat aatu umat yang akan melakukan misa Natal. Pembatasan ini dilakukan untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan.
Salah satunya, Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Singaraja membatasi jumlah jemaat yang melakukan ibadah langsung di Gereja untuk menghindari penularan COVID-19, Selama prosesi misa Natal. Pengurus Gereja telah membentuk tim khusus yang bertugas menjaga proses peribadatan tetap berdasarkan protokol kesehatan.
Pembatasan jumlah jemaat, agar isa diatur tentang jarak antar jemaat saat bersembahyang di dalam gereja. Selain itu, tidak ada keurmunan atau berdesak-desakan. Namun, pihak pengelola ereja juga sudah memastikan bahwa sarana dan prasarana protokol kesehatan sudah tersedia.
“Misa Natal dibagi dalam 3 hift, dari mulai jam 4 sore, kemudian jam 7 malam, dan terakhir jam 10 malam. Yang biasanya dihadiri 500 lebih sekarang hanya dihadiri sekitar 300 orang.” ujar Ketua DPP Paroki, Adrianus Agung Baliyono
Adrianus menjelaskan Jemaat sebelum masuk gereja harus melalui aturan yang sudah ditentukan oleh panitia. Mereka harus dipastikan dalam keadaan sehat dan sudah di cek suhu tubuh, melalui dan melakukan cuci tangan pada sarana yang telah tersedia dan wajib memakai masker.
“Kami dalam kondisi prihatin sekarang, tapi misa Natal tetap jalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah dan tidak menyalahi aturan,” tambahnya.
Pihaknya pun berharap agar pandemi COVID-19 ini segera berlalu. Agar peribadatan bisa kembali normal seperti biasanya dan ekonomi di Bali kembali pulih.
“Ya momen hari Natal ini mudah-mudahan bisa menjadikan kita lebih tekun beribadah, kita berdoa agar covid-19 ini bisa segera hilang,” harapnya
Sementara itu, Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Made Santika mengatakan, aparat akan memastikan protokol kesehatan akan dilaksanakan ketat dengan membangun posko penjagaan di dekat gereja Katolik Paroki Santo Paulus. Posko ini nantinya bertujuan mengawasi agar tidak terjadi-hal-hal yang diinginkan.
"Kita sudah bangun posko dekat gereja, nanti juga pas jemaat berdatangan kita atur agar menerapkan protokol kesehatan. Kita juga ada petugas diturunkan di sana untuk mengawasi," singkatnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 596 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 472 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan