Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cekcok dengan Istri, Minum Arak, Tewas

Beritabali.com, Tabanan

Rabu, 26 Mei 2010, 22:08 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Arak kembali merenggut nyawa warga Tabanan. Setelah sebelumnya warga Banjar Toh Jiwa, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri I Nyoman Rai Budiarta (23) meninggal dunia akibat menegak arak oplosan, kini Giliran warga Banjar Celagi, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan I Wayan Suardana (28) meninggal dunia sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu (26/5) di RSUD Tabanan. 

Bapak dua anak ini meninggal diduga karena mengkonsimsi arak api yang dicampur minuman ringan, Senin lalu.

Aksi minum arak api itu dilakukan korban lantaran sedang bermasalah dengan istrinya, Widyawati. Istri korban sudah beberapa hari minggat dari rumah.

Ternyata setelah dicari, istri korban kos di wilayah Gerogak Tabanan. Korban pun gagal membawa pulang istrinya karena sang istri mau kembali menjadi istri korban kalau korban mau masuk agama yang dianut istrinya.

Permasalahan itulah yang membebani korban sehingga nekat menenggak arak di pos kamling yang ada di depan rumahnya.

Senin lalu sektiar pukul 18.00 Wita korban minum arak di pos kamling di depan rumahnya. Ayah korban sempat menasehati korban agar tidak minum arak lagi. Namun korban tetap kukuh dan mengaku akan minum sedikit untuk menghilangkan masalah yang dihadapi korban.

Katanya ia minum dikit hanya untuk menenangkan diri karena ada masalah, jelas ayah korban Made Sudarma.

Korban kemudian meminta adiknya Komang Suandika Putra (17) untuk membelikan arak di Banjar Bakisan di tempatnya I Gusti Agung Putu Suteja.

Adik korban kemudian datang dengan dua botol arak. Dua botol arak tersebut kemudian dicampur dengan soft drink jenis coca-cola.

Adik korban sempat juga minum satu sloki yang diberi oleh kakaknya. Keesokan harinya Selasa (25/5) sektiar pukul 19.00 Wita korban mengeluh kepalanya pusing. Oleh keluarga, korban kemudian dibawa ke RSUD Tabanan.

Setelah mendapatkan pengobatan korban disuruh pulang. Namun Rabu pagi (26/5) kemarin sekitar pukul 7.33 Wita korban kembali mengeluh pusing, matanya merah dan gelisah.

Saya akhirnya memutuskan membawa kembali anak saya ke rumah sakit, namun nyawa anak saya sudah tidak dapat ditolong lagi, jelasnya lirih.

Kapolres Tabanan AKBP AA Made Sudana yang langsung melihat jenasah korban di ruang jenasah RSUD Tabanan belum bisa menyebutkan penyebab kematian korban. Namun pihaknya telah mengamakan barang bukti berupa botol minuman korban.

Kami belum berani menyimpulan penyebab kematian korban, karena sampel araknya telah kami kirim ke labfor di Denpasar, jelasnya.

Pihaknya juga sedang memintai keterangan penjual arak di tempat adik korban membelinya. Pihaknya mengaku kesulitan mengungkap penyebab kematian korban Suardana karena pihak keluarga tidak mengijinkan untuk dilakukan otopsi terhadap mayat korban.

Menurut Sudana, tidak diijinkannya dilakukan otopsi karena ayah korban tidak rela jenasah anaknya dibedah-bedah dan dipotong ketika dilakukan proses otopsi.

Terkait kasus yang terjadi di Banjar Toh Jiwa, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Sudana menegaskan hasil tes labfornya sudah turun. Ia menyatakan arak yang dijual di tempat korban membeli tidak mengandung methanol.

Bupati Tabanan N Adi Wiryatma juga sempat menjenguk korban di Rumah Sakit Tabanan. Wiryatama menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi minuman keras yang tidak bermerk.

Saya harap masyarakat tidak meminum minuman keras yang tidak bermerk untuk menghidari kejadian seperti ini terulang lagi, jelasnya. Ke depan dia beserta pihak kepolisian akan menata kembali penjualan miras jenis arak ini agar tidak dijual sembarangan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami