Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Cekcok dengan Istri, Minum Arak, Tewas
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Arak kembali merenggut nyawa warga Tabanan. Setelah sebelumnya warga Banjar Toh Jiwa, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri I Nyoman Rai Budiarta (23) meninggal dunia akibat menegak arak oplosan, kini Giliran warga Banjar Celagi, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan I Wayan Suardana (28) meninggal dunia sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu (26/5) di RSUD Tabanan.
Bapak dua anak ini meninggal diduga karena mengkonsimsi arak api yang dicampur minuman ringan, Senin lalu.
Baca juga:
60.924 Ekor Sapi di Lombok Sembuh dari PMK
Aksi minum arak api itu dilakukan korban lantaran sedang bermasalah dengan istrinya, Widyawati. Istri korban sudah beberapa hari minggat dari rumah.
Ternyata setelah dicari, istri korban kos di wilayah Gerogak Tabanan. Korban pun gagal membawa pulang istrinya karena sang istri mau kembali menjadi istri korban kalau korban mau masuk agama yang dianut istrinya.
Permasalahan itulah yang membebani korban sehingga nekat menenggak arak di pos kamling yang ada di depan rumahnya.
Senin lalu sektiar pukul 18.00 Wita korban minum arak di pos kamling di depan rumahnya. Ayah korban sempat menasehati korban agar tidak minum arak lagi. Namun korban tetap kukuh dan mengaku akan minum sedikit untuk menghilangkan masalah yang dihadapi korban.
Katanya ia minum dikit hanya untuk menenangkan diri karena ada masalah, jelas ayah korban Made Sudarma.
Korban kemudian meminta adiknya Komang Suandika Putra (17) untuk membelikan arak di Banjar Bakisan di tempatnya I Gusti Agung Putu Suteja.
Adik korban kemudian datang dengan dua botol arak. Dua botol arak tersebut kemudian dicampur dengan soft drink jenis coca-cola.
Adik korban sempat juga minum satu sloki yang diberi oleh kakaknya. Keesokan harinya Selasa (25/5) sektiar pukul 19.00 Wita korban mengeluh kepalanya pusing. Oleh keluarga, korban kemudian dibawa ke RSUD Tabanan.
Setelah mendapatkan pengobatan korban disuruh pulang. Namun Rabu pagi (26/5) kemarin sekitar pukul 7.33 Wita korban kembali mengeluh pusing, matanya merah dan gelisah.
Saya akhirnya memutuskan membawa kembali anak saya ke rumah sakit, namun nyawa anak saya sudah tidak dapat ditolong lagi, jelasnya lirih.
Kapolres Tabanan AKBP AA Made Sudana yang langsung melihat jenasah korban di ruang jenasah RSUD Tabanan belum bisa menyebutkan penyebab kematian korban. Namun pihaknya telah mengamakan barang bukti berupa botol minuman korban.
Kami belum berani menyimpulan penyebab kematian korban, karena sampel araknya telah kami kirim ke labfor di Denpasar, jelasnya.
Pihaknya juga sedang memintai keterangan penjual arak di tempat adik korban membelinya. Pihaknya mengaku kesulitan mengungkap penyebab kematian korban Suardana karena pihak keluarga tidak mengijinkan untuk dilakukan otopsi terhadap mayat korban.
Menurut Sudana, tidak diijinkannya dilakukan otopsi karena ayah korban tidak rela jenasah anaknya dibedah-bedah dan dipotong ketika dilakukan proses otopsi.
Terkait kasus yang terjadi di Banjar Toh Jiwa, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Sudana menegaskan hasil tes labfornya sudah turun. Ia menyatakan arak yang dijual di tempat korban membeli tidak mengandung methanol.
Bupati Tabanan N Adi Wiryatma juga sempat menjenguk korban di Rumah Sakit Tabanan. Wiryatama menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi minuman keras yang tidak bermerk.
Saya harap masyarakat tidak meminum minuman keras yang tidak bermerk untuk menghidari kejadian seperti ini terulang lagi, jelasnya. Ke depan dia beserta pihak kepolisian akan menata kembali penjualan miras jenis arak ini agar tidak dijual sembarangan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 635 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 600 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 449 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik