Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Cuaca Buruk, Aktivitas Penyeberangan di Pelabuhan Padangbai Ditutup
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, Karangasem ditunda sementara akibat cuaca buruk pada Jumat (7/7/2023).
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Padangbai, Sentot Ismudiyanto Kuncoro saat dikonfirmasi membenarkan adanya penundaan semua aktivitas pelayaran di Pelabuhan Padangbai sebagai dampak dari cuaca buruk yang terjadi di Perairan Selat Lombok.
Baca juga:
Cuaca Buruk, Penyeberangan Kapal Cepat Padangbai–Gili Trawangan Buka Tutup">Cuaca Buruk, Penyeberangan Kapal Cepat Padangbai–Gili Trawangan Buka Tutup
"Ya benar, karena cuaca buruk, pertimbangan keselamatan dan keamanan pelayaran, seluruh pelayaran ditunda karena cuaca buruk. Penundaan dilakukan sampai cuaca kembali normal," kata Kuncoro.
Akibat adanya pebatasan pelayaran tersebut, sejauh ini setidaknya 20 jadwal keberangkatan fastboat dan 5 jadwal untuk keberangkatan Ferry di Pelabuhan Padangbai sudah tertunda. Akibatnya terjadi antrean panjang di sekitaran Pelabuhan Padangbai namun belum sampai menggular hingga ke jalan raya.
"Antrean penumpang cukup panjang, tapi masih terkendali di kawasan Pelabuhan saja," ujar Sentot.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4439 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2138 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1559 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun