Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 15 Juni 2026
Cuaca Buruk, Dua Bulan Nelayan Menganggur
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca buruk yang terus terjadi belakangan ini, memaksa puluhan warga di Pengambengan yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan tidak dapat melakukan aktifitasnya dengan normal alias menganggur. Pasalnya mereka enggan melaut dalam situasi angin kencang yang mengakibatkan ombak cukup besar di perairan Pengambengan.
Sembari menanti cuaca yang membaik, puluhan nelayan tersebut terpaksa mengalihkan mata pencahariannya. Penelusuran beritabali.com, Selasa (27/7) di seputar Pelabuhan Nusantara Pengambengan, kondisinya sangat jauh berubah dari biasanya yang hiruk pikuk dengan aktifitas nelayan, saat itu pelabuhan terlihat sangat lengang. Yang ada hanya beberapa awak kapal yang sedang memperbaiki perahu.
“Di tengah laut gelombang masih tinggi disertai angin kencang. Ikan juga masih sedikit, berbeda dengan tahun lalu “ ujar salah seorang nelayan. Ia menambahkan, cuaca seperti itu sudah terjadi sejak dua belan lalu, para nelayan takut mengambil resiko kalau berlayar.Akibatnya mereka terpaksa menjadi pemulung untuk menyambung hidup, seperti halnya yang dialami Kasjus salah seorang nelayan yang biasanya sebagai tukang serok ikan diatas perahu, kini ia terpaksa harus mengais barang-barang bekas di sekitar pelabuhan.
Nasib sama dialami juga oleh Jami’ah, nelayan satu ini mengganti profesinya dengan mencari sisik ikan yang sedang mengambang di laut untuk campuran tepung ikan tuna.“Sepi, nelayan pada nganggur, saya terpaksa cari sisik ikan,“ keluh Jami’ah. Sementara nelayan yang lain ada yang memilih bekerja sebagai buruh bangunan. Mereka tidak tahu, sampai kapan cuaca kembali normal. Mereka hanya bisa berharap dan berdoa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1043 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli