Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Cuaca Buruk, Nelayan Pengambengan Hentikan Melaut
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi membuat aktivitas melaut nelayan di pesisir Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, terhenti. Para nelayan memilih bertahan di darat demi menjaga keselamatan.
Hal ini diungkapkan oleh Rofiq, salah satu nelayan Banjar Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, pada Selasa (22/07/2025). Menurutnya, sejak awal Juli, kondisi cuaca di laut selatan Bali tidak bersahabat, sehingga banyak nelayan enggan mengambil risiko turun melaut.
“Kalau cuaca normal, saya bisa dapat sekitar lima ratus ribu sekali melaut. Tapi kalau cuaca begini, paling-paling cuma dapat tujuh puluh ribu, bahkan kadang rugi,” ujar Rofiq.
Meski penghasilan menurun drastis, para nelayan mengaku tetap bersyukur karena selama cuaca buruk, mereka hanya menghabiskan sekitar lima puluh ribu rupiah untuk bahan bakar, karena tak perlu melaut jauh.
Pantauan di lapangan, pesisir Desa Pengambengan tampak dipadati perahu-perahu yang parkir. Para nelayan hanya bisa menunggu cuaca kembali bersahabat agar dapat kembali mencari nafkah di laut.
“Keselamatan lebih penting, jadi lebih baik menunda melaut dulu meski penghasilan pas-pasan,” imbuh Rofiq.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan