Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
DAK Disbudpar Buleleng Dipangkas Jadi Rp600 Juta, Pelestarian Lontar Tetap Jadi Prioritas
beritabali/ist/DAK Disbudpar Buleleng Dipangkas Jadi Rp600 Juta, Pelestarian Lontar Tetap Jadi Prioritas.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp600 juta pada 2026. Nilai tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp800 juta akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Kepala Disbudpar Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengatakan pengurangan anggaran tersebut merupakan dampak kebijakan efisiensi yang diberlakukan pemerintah pusat dan dirasakan hampir seluruh sektor.
"Ini memang kebijakan dari pusat. Bukan hanya di Disbudpar, tetapi hampir semua sektor mengalami penurunan anggaran," ujarnya, Rabu (8/7).
Meski anggaran berkurang, Disbudpar memastikan DAK nonfisik tetap dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pelestarian budaya, khususnya di Museum Gedong Kirtya yang menjadi pusat penyimpanan naskah lontar di Buleleng.
Sejumlah kegiatan yang tetap akan dilaksanakan antara lain lomba membaca lontar, lomba berbahasa Bali tingkat SMA/SMK, hingga lomba macecimpedan bagi siswa sekolah dasar. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk penyelenggaraan pameran budaya seperti pameran prasi dan pameran obat tradisional.
Tak hanya itu, sebagian anggaran juga difokuskan untuk pemeliharaan koleksi lontar melalui pengadaan bahan pengawet agar naskah kuno tetap terjaga kualitasnya.
"Termasuk pengadaan bahan pengawet untuk menjaga kondisi naskah lontar sebagai bagian dari upaya pelindungan warisan budaya," jelasnya.
Menurut Wisandika, meskipun besaran DAK nonfisik mengalami penurunan, seluruh anggaran yang tersedia akan tetap diprioritaskan untuk mendukung pelestarian budaya dan menjaga koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Gedong Kirtya.
Sementara itu, untuk DAK fisik, Disbudpar Buleleng sudah tidak lagi menerima alokasi dari pemerintah pusat sejak beberapa tahun terakhir.
"Kalau tidak salah sejak masa Penjabat Bupati Ketut Lihadnyana kami sudah tidak mendapatkan DAK fisik," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan