Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Dampak Penahanan Ratu Atut Bagi Golkar di 2014
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Banten Ratut Atut Chosiyah, tersangka kasus suap penanganan perkara sengketa Pilkada Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi (MK).
Penahanan Atut, Jumat (20/12/2013), hanya berselang lima hari sejak ditetapkannya wakil bendahara Partai Golkar itu sebagai tersangka oleh KPK.
Banyak kalangan menilai penetapan tersangka dan penahanan Atut akan berdampak pada Partai Golkar pada Pemilu 2014. Hal ini karena Atut merupakan kader potensial partai berlambang pohon beringin itu.
Atut memberikan kontribusi yang besar bagi partai pimpinan Aburizal Bakrie tersebut. Selain penyumbang suara yang besar dalam pemilu juga dalam hal pendanaan tentunya.
Dengan kondisi terkini Atut, maka bisa dipastikan pada Pemilu 2014 suara Golkar akan gembos di Banten khususnya.
"Pasti ada pengaruh, kalau bilang tidak ada pengaruhnya itu bohong," jelas Ketua DPP Partai Golkar Ade Komarudin, Selasa (17/12/2013).
Pengaruh lain yang paling dikhawatirkan adalah dampaknya terhadap kemenangan capres Golkar Aburizal Bakrie alias Ical di Banten. Karena itu, Golkar harus segera mengambil langkah untuk melakukan evaluasi kerja di Banten guna menghadapi Pemilu 2014.
Ketua DPP Partai Golkar Yoris Raweyai mengatakan hal senada. Penetapan Ratu Atut sebagai tersangka, kata dia, akan berimplikasi terhadap perolehan suara Golkar di Jawa khususnya Banten.
"Memengaruhi suara Golkar, itu pasti akan berimplikasi secara luas. Basis kami di Banten, sementara kalau bicara secara politis, Jawa lebih dari 50%," timpal Yoris, di Gedung DPR RI, Selasa (17/12/2013), dalam kesempatan terpisah.
Untuk mengatasi dampak dari kasus Atut ini Golkar tentunya telah membuat strategi baru guna menyukseskan Pemilu 2014.
Dampak lainnya dari kasus Atut, adalah kurangnya amunisi Golkar dalam menghadapi Pemilu 2014. Sebab, Atut merupakan wakil bendahara Partai Golkar sehingga otomatis sangat berpengaruh bagi pendanaan Golkar, baik pemilu legislatif, maupun pemilu presiden.
"Dia adalah pengorganisasi keuangan yang luar biasa, itulah kenapa dia ditempatkan sebagai wakil bendahara," jelas pengamat politik Toto Sugiarto.
Dengan status tersangka dan penahanan itu, Golkar harus mencari solusi cepat agar siap menghadapi pemilu mendatang. [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5828 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan