Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dancesport Buleleng Borong 55 Medali di Bali Open 2026
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kontingen Dancesport Kabupaten Buleleng kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Kejuaraan Bali Open National X Tahun 2026, para atlet berhasil membawa pulang total 55 medali yang terdiri dari 13 medali emas, 22 medali perak, dan 20 medali perunggu.
Kejuaraan yang berlangsung di Discovery Shopping Mall, Kuta, pada 11–12 Juli 2026 tersebut diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, serta seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali.
Pelatih Dancesport Buleleng, Putu Krisna Yudha, mengatakan Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Buleleng menurunkan 47 atlet yang berlaga pada 25 nomor pertandingan. Menurutnya, keberhasilan meraih puluhan medali merupakan hasil dari latihan yang konsisten dan kerja keras seluruh atlet.
"Kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih pada Bali Open National X Tahun 2026. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras atlet yang telah menjalani latihan dengan disiplin dan penuh semangat," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Krisna menambahkan, pencapaian tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari KONI Buleleng, jajaran pelatih, official, hingga orang tua atlet yang selama ini aktif mendukung pembinaan Dancesport.
"Ini merupakan sinergitas kita bersama, bagaimana Dancesport bisa berkiprah tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional," katanya.
Meski sukses memborong medali, persaingan di kejuaraan berlangsung cukup ketat. Atlet-atlet Buleleng harus menghadapi lawan yang telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional bahkan internasional.
Salah satu atlet Dancesport Buleleng, Anastasya Andhita Limantara, mengungkapkan lawan terberat berasal dari kontingen Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur. Menurutnya, atlet asal Lombok yang menjadi pesaing merupakan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) dan baru mengikuti kejuaraan di Moscow.
"Saingan paling berat menurut saya dari Lombok karena mereka atlet PON dan baru saja mengikuti kejuaraan di Moscow. Astungkara saya bersama partner saya Gede Riski Saputra berhasil meraih medali perak pada nomor Pre Amateur Latin," ungkapnya.
Selain pasangan Anastasya Andhita Limantara dan Gede Riski Saputra yang meraih medali perak pada nomor Pre Amateur Latin, pasangan Dio Septian Dinata dan Ni Kadek Ranindya Maheswari Wijaya juga berhasil menyumbangkan medali perak pada nomor FFA Waltz setelah melalui persaingan ketat melawan atlet dari Kalimantan Timur.
Krisna berharap keberhasilan membawa pulang 55 medali menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, kolaborasi antara KONI Buleleng, IODI, pelatih, official, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mencetak atlet Dancesport yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
"Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet Dancesport Buleleng mampu bersaing dan terus menunjukkan eksistensinya di tingkat nasional. Ke depan kami akan terus meningkatkan pembinaan agar prestasi ini bisa terus dipertahankan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5791 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2555 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2202 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan