Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Devy Kamil: Jangan Iseng Mendaki, Gunung Agung Tak Perlu Banyak Gempa Untuk Erupsi
Jumat, 12 April 2019,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Kamis (11/04/2019) tidak hanya disertai dengan suara gemuruh yang terdengar hingga di radius 12 km, di bagian puncak kawah Gunung Agung juga sempat teramati mengeluarkan cahaya glow saat terjadinya erupsi.
[pilihan-redaksi]
Menurut Kasubid Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini menjelaskan bahwa erupsi Gunung Agung yang terjadi petang ini berjenis erupsi Strombolian. “Erupsi yang terjadi ini berjenis Erupsi Strombolian,” kata Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini.
Menurut Kasubid Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini menjelaskan bahwa erupsi Gunung Agung yang terjadi petang ini berjenis erupsi Strombolian. “Erupsi yang terjadi ini berjenis Erupsi Strombolian,” kata Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini.
Seperti dijelaskan sebelumnya, Erupsi Strambolian ini merupakan erupsi disertai lontaran batu pijar dari dalam kawah akibat adanya tekanan dari bahwah, selain lontaran, sifat magma yang keluar juga lebih cair sehingga potensi terjadinya lontaran batu pijar lebih mudah terjadi.
Dijelaskan Devy Kamil Syahbana, Erupsi Strombolian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, menandakan bahwa saat ini aktivitas magmatik Gunung Agung masih 'hidup' dan kondisinya berada dalam sistem terbuka.
[pilihan-redaksi2]
“Tidak perlu gempa yang banyak lagi untuk erupsi karena fluida magma naik relatif tanpa hambatan yang berarti,” ungkapnya.
“Tidak perlu gempa yang banyak lagi untuk erupsi karena fluida magma naik relatif tanpa hambatan yang berarti,” ungkapnya.
Erupsi akan terjadi ketika terjadi kelebihan tekanan (over pressure) akibat fluida magma yang bergerak naik. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat dihimbau tidak iseng naik ke puncak Gunung Agung jika hanya mengunakan analisa dari sisi gempa sedikit dan berpikir tidak akan erupsi.
Jangkauan erupsi sampai saat ini masih berada didalam radius 4 kilometer. Dengan demikian masyarakat yang tinggal di luar radius bahaya tersebut tetap bisa beraktivitas seperti biasa meski demikian, Devy Kamil berharap agar masyarakat selalu menyiapkan masker apabila terjadi hujan abu. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1421 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1079 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 921 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 815 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026