Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Dewan Janji Bawa Ke Pusat
Negara
Senin, 27 Juli 2009,
21:31 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keluh kesah perwakilan pedagang, asongan dan ojek korban gusuran ASDP ditanggapi dewan. Melalui Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman Suheng Kusumayasa, dewan berjanji akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta PT. Indonesian Ferry.
Menurut Suheng, persoalan ini timbul lantaran solusi terhadap kebijakan ini tidak dipersiapkan jauh-jauh hari. -uSemestinya sebelum kebijakan ini diluncurkan sudah dipikirkan dampaknya. Dengan demikian dari jauh-jauh hari sudah ada solusi terbaik,- katanya.
Suheng mengakui dewan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan boleh atau tidaknya mereka mencari nafkah di dalam pelabuhan, namun pihaknya akan berusaha memperjuangkan nasib pedagang dan tukang ojek Gilimanuk dengan berkoordinasi ke Dephub dan Indonesia Ferry Pusat.
-uKomisi C kita minta secepatnya ke Jakarta untuk menanyakan masalah ini. Apakah kebijakan menjadikan Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan internasional itu kebijakan pusat atau kebijakan ASDP di daerah dan apa dasar kebijakan ini,- tandasnya.
Sementara untuk solusi jangka pendek, Suheng berjanji akan memediatori pertemuan dengan eksekutif dan ASDP. -uKami akan mengajak ekskutif untuk bersama sama memperjuangkan nasib saudara-saudara dengan bernegosiasai kepada ASDP,- terangnya.
Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menambahkan memang dari hasil penelusurannya ternyata solusi yang diberikan ASDP tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, sangat jarang ada penumpang yang mau berbelanja di parkir manuver.
-uAgar ini tidak berlarut-larut kami secepatnya akan ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib saudara-saudara,- jelasnya. (dey)
Menurut Suheng, persoalan ini timbul lantaran solusi terhadap kebijakan ini tidak dipersiapkan jauh-jauh hari. -uSemestinya sebelum kebijakan ini diluncurkan sudah dipikirkan dampaknya. Dengan demikian dari jauh-jauh hari sudah ada solusi terbaik,- katanya.
Suheng mengakui dewan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan boleh atau tidaknya mereka mencari nafkah di dalam pelabuhan, namun pihaknya akan berusaha memperjuangkan nasib pedagang dan tukang ojek Gilimanuk dengan berkoordinasi ke Dephub dan Indonesia Ferry Pusat.
-uKomisi C kita minta secepatnya ke Jakarta untuk menanyakan masalah ini. Apakah kebijakan menjadikan Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan internasional itu kebijakan pusat atau kebijakan ASDP di daerah dan apa dasar kebijakan ini,- tandasnya.
Sementara untuk solusi jangka pendek, Suheng berjanji akan memediatori pertemuan dengan eksekutif dan ASDP. -uKami akan mengajak ekskutif untuk bersama sama memperjuangkan nasib saudara-saudara dengan bernegosiasai kepada ASDP,- terangnya.
Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menambahkan memang dari hasil penelusurannya ternyata solusi yang diberikan ASDP tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, sangat jarang ada penumpang yang mau berbelanja di parkir manuver.
-uAgar ini tidak berlarut-larut kami secepatnya akan ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib saudara-saudara,- jelasnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5962 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4662 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026