Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Disegel, Pengelola Sentra Sukla Satyagraha Lapor ke Ombudsman
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pengelola Sentra Sukla Satyagraha atau Pasar Sukla di Jalan Astina Utara yang disegel Pemerintah, Kamis (24/3), tidak tinggal diam. Pengelola mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI).
Pengelola pasar Sukla, Wayan Widya Adnyana, menyatakan yang diadukan adalah Lurah Beng. Sebab, sejak awal Lurah terkesan mempersulit menerima tandatangan.
“Dari penyanding semua sudah setuju. Ketika minta tanda tangan Lurah, tidak dapat. Kami sudah adukan ke Ombudsman, mudah-mudahan Minggu depan Ombudsman turun,” tegasnya, Jumat (25/3).
Selain mengadu ke Ombudsman, saat penutupan, ada oknum aparat yang diduga merusak tenda. Pengelola sudah merekam untuk dijadikan bukti.
“Rencana kami ada melaporkan perusakan ke kepolisian,” ungkap Ketua Koperasi Sukla Satyagraha Bali itu.
Pria asal Bukit Batu, Kecamatan Gianyar itu hanya mengharapkan keadilan. “Kami merasa tidak ada ketidakadilan. Ada pasar sejenis di tempat lain. Cuma kamu saja yang diubek-ubek,” keluhnya.
Sementara itu, Jumat, plang segel masih terpasang. Juga ada garis kuning bertuliskan 'Do Not Enter' terpasang. Untuk memastikan pasar itu tidak beroperasi kucing-kucingan, petugas Satpol PP Gianyar berjaga siang dan malam.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4130 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun