Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
"Ditikam" Taji Ayam Jago, Urat Kaki Laba Putus
Pejeng
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tajen ( Judi sabungan ayam) yang digelar di Jaba (halaman luar) Pura Merajan Arya Bang Pinatih, Banjar Semuuk, Pejeng Kaja, Tampaksiring, Gianyar menelan korban.
I Ketut Laba (46), salah satu warga setempat, kakinya terkena sabetan taji ( senjata tajam ayam yang dikat dikaki).
Kejadian ini kontan membuat bebotoh heboh. Tajen pun langsung bubar. Korban langsung dikirim ke RSUP Sanglah Denpasar untuk diobati.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, kejadian ini sempat menjadi tontonan warga setempat.
Laba yang sedang asyik menonton sabung ayam tak sadar bahaya sedang berada di dekatnya.
Tanpa disadari seekor ayam menerjang dirinya, sehingga betis kaki kirinya tersayat taji dan mengucurkan darah segar. Setelah tersambar taji ayam jago, korban terjatuh karena urat kakinya putus, dan darah pun mengalir di areal tajen.
Seperti yang disampaikan oleh Mang De, salah satu teman korban, saking parahnya luka yang dialami oleh rekannya, Laba akhirnya dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar. Ini karena RSUD Sanjiwani dan Klinik Mas, Ubud tak bisa menangani luka yang dialami oleh Laba.
" Mudah"mudahan rekan saya, cepat sembuh, " ujarnya sambil berlalu ketika ditemui di RSUD`Sanjiwani. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3907 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3057 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2092 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun