Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Dosen Undiksha Diteror Bom
Banjar Tegal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Diduga lantaran sakit hati, seorang pelaku teror mengancam seorang dosen di Universitas Pendidikan Ganesha, Undiksha Singaraja lewat telpon. Dalam ancamannya, pelaku menyebutkan bahwa sebuah bom telah diaktifkan di rumah korban.
Terkait kasus tersebut, Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng, Rabu (26/12) akhirnya berhasil mengidentifikasi nomor telpon yang dipergunakan dalam aksi teror bom terhadap Frida Nurlita, dosen di Universitas Pendidikan Ganesha, Undiksha Singaraja.
“Baru ada laporan dari buser, nomor telpon yang digunakan pelaku teror berasal dari sebuah wartel di kawasan Jalan Surapati Singaraja. Penyelidikan masih kita intensifkan untuk mengetahui pelakunya,†ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ambariyadi Wijaya, SIK.
Sejumlah data awal dari penyelidikan dan penyidikan telah dikantongi polisi, dan diperkirakan teror yang dilakukan pelaku melalui nomor telpon 0362-24999 karena sakit hati dengan korban Frida Nurlita yang beralamat di Jalan Abimanyu Kelurahan Banjar Tegal.
â€Sementara yang kita ketahui, pelakunya perempuan dari suara telpon yang diterima korban,†papar Ambariyadi.
â€Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak Telkom untuk dapat menemukan pelakunya dan polisi tidak ingin kehilangan jejak atau menemui jalan buntu menyelidiki kasus teror tersebut. Kita sedang bekerja dan butuh informasi sebanyak mungkin untuk dapat mengungkap kasus teror ini,†tegas Kasat Reskrim yang baru bertugas lima hari di Buleleng.
“Saat makan malam, anak saya terima telpon dan pelaku mengatakan awas hati-hati, sehingga langsung dimatikan oleh anak saya. Beberapa saat kemudian dia menelpon ke hp saya dan mengatakan awas hati-hati dirumah ada bom,†papar Frida Nurlita saat didengarkan keterangan di Mapolres Buleleng.
Menurut Frida Nurlita, selama ini tidak mempunyai masalah dengan siapapun, baik dengan tetangga ataupun di tempat kerjanya, sehingga tidak mengetahui motif aksi teror bom yang dilakukan pelaku.
“Entah siapa pelakunya saya tidak tahu, karena saya tidak merasa punya masalah dengan siapapun,“ ungkapnya.
Sementara dari lokasi tempat pelaku melakukan teror bom, polisi belum menemukan adanya bukti ataupun kesaksian yang mengarah kepada pelaku, namun demikian polisi masih melakukan penyelidikan lebih intensif. (sas)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan