Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Dua Desa Di Kecamatan Banjar Tegang
Banyuatis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Desa Banyuatis dan Desa Kayuputih di Kecamatan Banjar nampak tegang menyusul aksi pengerusakan dua tapal batas kedua desa bertetangga tersebut, namun kondisi terakhir hingga rabu (24/9) di kedua wilayah tersebut masih dapat dikendalikan setelah aparat Muspika Banjar turun langsung ke Desa Banyuatis dan Desa Kayuputih.
Menegangnya suasana di kedua Desa yang dulu masih menjadi satu desa dipicu aksi pengerusakan Tapal Batas di Dusun Ideran dan Dusun Kauman dalam wilayah Desa Kayuputih oleh orang yang belum diketahui identitasnya secara berturut-turut sejak senin (22/9) lalu, aksi itu baru diketahui rabu pagi hingga nyaris memicu masalah baru warga di kedua desa tersebut.
“memang ini disebabkan adanya pengerusakan tapal batas desa di Dusun Ideran dan Desa Kauman sejak senin lalu, polisi sudah diturunkan dan sekarang Muspika sedang turun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, untuk pelaku pengerusakan dua tapal batas itu pelaku belum dikathui kita masih mencoba untuk melakukan penyelidikan,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Menyikapi permasalahan yang terjadi terkait masalah Tapal Batas tersebut, Muspika Banjar tengah melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh masyarakat di kedua desa,†upaya perdamaian masih dilakukan Muspika Banjar untuk menghindari terjadinya ketegangan dengan mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat di kedua desa,†ujar Sudirsa.
Sementara berdasarkan kesepakatan sejumlah tokoh dikedua Desa bertetangga itu telah diambil upaya menyikapi aksi pengerusakan secara bersama dengan ‘kepala dingin’ dan sepenuhnya menyerahkan pada hukum di Kepolisian. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli