Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
e-Voting Mampu Pangkas Biaya Pemilu Hingga 50 Persen
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Negara. Selain sering terjadi sengketa, problema lain penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia adalah tingginya biaya penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.
Untuk pemilihan kepala desa saja, diperkirakan menghabiskan dana sekitar 25 juta, jika jumlah desa di seluruh Indonesia berjumlah 76.665 desa, maka biaya pemilihan kepala desa di Indonesia mencapai hampir Rp 2 triliun.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang gencar melakukan kajian, ujicoba dan simulasi pemilu di beberapa daerah mengklaim dengan e-Voting dapat menghemat biaya pemilihan umum hingga mencapai 50 persen.
Ditemui usai melakukan pengecekan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan e-Voting di Desa Mendoyo Dangin Tukad, minggu (28/7) malam, Kepala Program E-Voting Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Andrari Grahitandaru, menyampaikan bahwa biaya logistik, keamanan, dan efisiensi waktu bisa ditekan biayanya sampai 50 persen dari sistem konvensional.
"Biaya logistik yang biasanya dikeluarkan dalam bentuk surat suara bisa diganti dengan surat suara digital dan pengamanan juga tidak membutuhkan biaya karena data pemungutan suara sudah aman karena data terenkripsi," jelas Andrari.
Sementara dari segi waktu perhitungan suara pada pemilihan konvensional yang sering molor sampai dini hari, juga menambah biaya untuk pengamanan dari petugas pemilihan dan otomatis juga akan menambah biaya lembur petugas.
"Biasanya penghitungan selesai pukul 22:00 sampai dini hari pukul 03.00. Dengan e-voting hasil sudah bisa diketahui begitu pemungutan di TPS ditutup. Sangat praktis," ujar Andrari.
Hari ini, Senin (29/7), Pilkades di Desa Mendoyo Dangin Tukad akan berlangsung di empat dusun yang sekaligus menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Keempat TPS ini akan melakukan proses pemilihan secara elektronik (e-Voting) dan hasil perhitungan suara akan dikirim ke Kantor Kepala Desa, sehingga Pilkades di Mendoyo Dangin Tukad ibarat sebuah miniatur Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada).
"Pilkades di Desa Mendoyo Dangin Tukad, merupakan pilkades dengan e-Voting pertama di Indonesia yang menggunakan e-KTP, jika berhasil, bukan tidak mungkin digunakan untuk pemilihan umum nasional," pungkas Andrari. (gus)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 825 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 622 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun