Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Edward Snowden Mau Dibunuh Mata-mata AS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pembocor dokumen Badan Kemanan Nasional AS (NSA) menyuarakan ketakutan dirinya bahwa “pemerintah dan pejabat AS ingin membunuh saya,” dalam wawancara yang disiarakan televisi Jerman, Minggu (26/1/2014). Komentar Snowden itu mencuat setelah pengacara Rusia yang membela Snowden, Anatoly Kucherena, mengatakan, Snowden takut dibunuh, menyusul laporan situs web AS BuzzFeed yang mengungkap ancaman terang-terangan para pejabat Pentagon dan NSA, meskipun nama mereka tak disebutkan.
Snowden bilang kepada televisi Jerman:”Orang-orang pejabat pemerintah ini, sudah mengatakan bakal gembira menyarangkan peluru di kepala saya atau meracun saya ketika saya nongol di pasar swalayan, atau kemudian seolah saya mati ketika mandi.” Terjemahan petikan wawancara Snowden itu ditayangkan televisi publik ARD, sebagai bagian dari wawancara panjang dengan Snowden di Moskow.
Sebuah artikel yang diunggah secara online di BuzzFeed pekan lalu berjudul : “American Spy Want Edward Snowden Dead,” seorang pejabat Departemen Pertahanan, Pentagon, menyatakan:”Saya bakal senang menyarangkan sebutir peluru di kepalanya.” “Di dunia yang membebaskan saya membunuh warga Amerika, secara pribadi saya akan membuhnya sendirian,” tutur seorang analis NSA lainnya.
Seorang tentara AS bilang kepada BuzzFeed bahwa Snowden bisa “dicolek” ketika pulang dari toko grosir oleh seorang yang kebetulan lewat yang sebenarnya adalah mata-mata AS. “Snowden bakal sedikit pusing. Tak lama kemudian ia mati ketika tengah mandi,” ujar agen NSA lainnya.
Snowden yang pernah bekerja sebagai tenaga ahli IT kontrakan NSA di Hawaii, membocorkan ratusan ribu rekaman telepon dan email yang disadap NSA di seluruh dunia. Ia mendapat suaka sementara di Rusia pada Agustus tahun lalu, dan inilah yang menjadi alasan Presiden AS Barack Obama tak mau menghadiri KTT dengan Presiden Rusia Valdimir Putin tahun lalu.
Kucherena mengatakan kepada televisi Rusia Vesti pada Selasa pekan lalu bahwa Snowden terus menerus dikuntit penjaga kemanannya dan bahkan pengamanan tersebut bakal diperkuat . Pengacara ini juga akan bertanya kepada pemerintah AS soal berbagai ancaman terhadap Snowden itu dan kemungkinan juga bertanya kepada media AS mengenai siapa nama-nama orang yang mengancam kliennya itu.
Pada Kamis pekan lalu, dalam sesi tanya jawab online dengan The Washington Post bertajuk “Free Snowden” , jika senadanya Snowden pulang kampung, dirinya tak bakal diadili secara jujur, fair, oleh pengadilan AS.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan