Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Empat Warga Patemon Dipasung 20 tahun
Petemon
BERITABALI.COM, BULELENG.
Empat warga Desa Patemon, Kecamatan Seririt yang dipasung sejak dua puluh tahun lalu diantaranya, Putu Antasa (50) warga Dusun Uma, I Gusti Ayu Diahmika (55), warga Dusun Jeroan, serta kakak beradik Kadek Pradnyan (35) dan Komang Anggreni (21), warga Dusun Pemaroan.
Wayan Musti (75) ibu kandung Putu Antasa menuturkan, anaknya telah dipasung sejak dua puluh tahun lalu, karena ditakutkan membuat keributan dan membahayakan orang.
”Ya, sejak lama sudah saya rantai karena ingin pergi saja dan biar tidak membahayakan orang lain, sudah saya bawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa Bangli, tapi tidak sembuh,” ungkapnya.
Putu Antasa yang telah dikarunai istri dan tiga orang anak pernah bekerja sebagai penjaga sekolah di SDN 1 Patemon dan tiba-tiba saja dua puluh tahun lalu mengalami gangguan jiwa.
”Apa daya, biaya mahal sehingga saya ajak pulang. Dan biaya itu saya dapat dari meminjam di sana-sini, sampai sekarang belum lunas terbayar, “ ujar Musti.
Hal sama juga terlihat pada I Gusti Ayu Diahmika serta kakak beradik Kadek Pradnyan dan Komang Anggreni yang terlihat dipasung dengan dirantai keluarganya.
Meski dipasung, ke 4 orang yang malang ini tetap diperhatikan oleh keluarganya. (sas)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6026 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan