Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Eropa di Ambang Bencana Mengerikan, PBB: Anda Bermain Api
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina, yang berada di bawah kendali Rusia, diguncang oleh serangkaian aksi penembakan. Hal itu menuai kecaman dari pengawas nuklir PBB yang mengatakan serangan semacam itu berisiko menimbulkan bencana nuklir besar.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan lebih dari selusin ledakan mengguncang pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa pada Sabtu malam dan Minggu. Moskow dan Kyiv sama-sama menyalahkan satu sama lain atas penembakan fasilitas tersebut.
"Berita dari tim kami kemarin dan pagi ini sangat mengganggu," kata Ketua IAEA Rafael Grossi. "Ledakan terjadi di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir besar ini, yang benar-benar tidak dapat diterima. Siapapun di belakang ini, harus segera dihentikan. Seperti yang telah saya katakan berkali-kali sebelumnya, Anda bermain api!" tuturnya, dikutip dari Reuters, Senin (21/11/2022).
Mengutip informasi yang diberikan oleh manajemen pabrik, tim IAEA di lapangan mengatakan telah terjadi kerusakan pada beberapa bangunan, sistem ,dan peralatan di lokasi tersebut. Namun, sejauh ini tidak ada yang kritis untuk keselamatan dan keamanan nuklir.
Meskipun demikian, kejadian berulang yang hanya berjarak 500 km dari lokasi kecelakaan nuklir terburuk di dunia, Chernobyl pada 1986, tetap menimbulkan kekhawatiran tinggi.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia menyediakan sekitar seperlima dari listrik Ukraina sebelum serangan Rusia pada 24 Februari, dan telah dipaksa beroperasi dengan generator cadangan beberapa kali. Ia memiliki enam reaktor VVER-1000 V-320 berpendingin air dan moderasi air rancangan Soviet yang mengandung Uranium 235.
Reaktor dimatikan tetapi ada risiko bahan bakar nuklir bisa menjadi terlalu panas jika daya yang menggerakkan sistem pendingin diputus. Penembakan telah berulang kali memutus kabel listrik.
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan Ukraina menembakkan peluru ke saluran listrik yang memasok pabrik, sementara kantor berita Rusia, TASS, melaporkan beberapa fasilitas penyimpanan PLTN itu telah terkena tembakan Ukraina.
"Mereka menembak tidak hanya kemarin, tetapi juga hari ini, mereka menembak sekarang," kata Renat Karchaa, penasihat CEO Rosenergoatom.
Karchaa mengatakan peluru telah ditembakkan di dekat fasilitas penyimpanan limbah nuklir kering dan sebuah bangunan yang menampung bahan bakar nuklir bekas, tetapi saat ini tidak ada emisi radioaktif yang terdeteksi.
Di sisi lain, perusahaan energi nuklir Ukraina Energoatom menuduh militer Rusia menembaki situs tersebut dan mengatakan setidaknya ada 12 serangan di infrastruktur pabrik.
Dikatakan bahwa Rusia telah menargetkan infrastruktur yang diperlukan untuk memulai kembali bagian-bagian pembangkit dalam upaya untuk lebih membatasi pasokan listrik Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1966 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun