Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
FGD Arak Bali (6), Arak Bali Punya "Image" Buruk di Mata Turis
Selasa, 23 Juli 2019,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Meski populer dan diakui kualitasnya, namun Arak Bali ternyata masih punya "image" atau citra buruk khususnya di kalangan wisatawan asing. Sebelum melegalisasi arak Bali, hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki citra buruk tersebut.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan salah seorang bartender dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Arak Bali Berbasis Pemberdayaan Petani, yang digelar organisasi masyarakat Swastika Bali pada Kamis (18/7) di Wiswa Sabha, kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.
Hal ini disampaikan salah seorang bartender dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Arak Bali Berbasis Pemberdayaan Petani, yang digelar organisasi masyarakat Swastika Bali pada Kamis (18/7) di Wiswa Sabha, kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.
"Kesan wisatawan bule seperti Australia masih negatif tentang arak Bali, ini PR (pekerjaan rumah) bagi pihak terkait untuk mencari solusi, kalau kita ingin arak go nasional atau internasional, mengubah "image" ini yang paling susah," kata Cristian Agus, seorang bartender dari Asosiasi bartender Indonesia (ABI).
Jika berkaca dari kasus kasus arak Bali sebelumnya, kata Cristian, "image" arak Bali di kalangan wisatawan asing khususnya adalah tidak layak dikonsumsi.
"Kami para bartender di outlet kemudian mempunyai inisiatif untuk membuat olahan minuman arak Bali yang dicampur, dengan menggunakan nama lain "balinese spirit", bukan arak Bali, contohnya arak Bali kita campur dengan buah kecombrang dan buah lainnya, itu menarik wisatawan dan kita tawarkan ke tamu, itu yang saat ini bisa kita lakukan di outlet untuk tawarkan arak lokal Bali ke tamu mancanegara," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Cristian mengakui, sebelum munculnya kasus-kasus yang disebabkan oleh arak oplosan yang dikenal dengan arak metanol, wisatawan yang datang ke Bali bangga membeli arak Bali untuk oleh-oleh dan dibawa ke negaranya. Tapi karena salah cara penyajian, maka arak Bali malah menimbulkan masalah saat dikonsumsi di negaranya.
Cristian mengakui, sebelum munculnya kasus-kasus yang disebabkan oleh arak oplosan yang dikenal dengan arak metanol, wisatawan yang datang ke Bali bangga membeli arak Bali untuk oleh-oleh dan dibawa ke negaranya. Tapi karena salah cara penyajian, maka arak Bali malah menimbulkan masalah saat dikonsumsi di negaranya.
"Misalnya arak Bali dibawa ke Australia, namun karena cara mengkonsumsinya kurang tepat, tamu akan sakit, bahkan terakhir ada tamu yang meninggal dunia. Di sisi lain ini menjadi bumerang jadi kita. Ini agar lebih diperhatikan agar kualitasnya semakin bagus, "image"nya perlu diubah agar arak bali ini imagenya baik ke depan," tutupnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 283 Kali
02
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 214 Kali
03
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 209 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 188 Kali
05
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 182 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026