Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Fokus Tangani Pandemi, Jembrana Kecolongan Kasus Rabies
Kasus Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Akibat terlalu fokus penanganan pandemi covid-19, Kabupaten Jembrana malah kecolongan dengan kasus rabies. Semenjak covid-19 melanda di tahun 2020 lalu, kasus gigitan positif rabies mulai meningkat.
Dalam tiga bulan terakhir sudah mencapai 39 kasus. Jumlah ini sudah melebihi separuh dari kasus tang terjadi pada tahun 2021 lalu, dimana dalam setahun tejadi sebanyak 66 kasus. Bahkan beberapa waktu lalu satu warga di Lingkungan Pangkung Manggis Kelurahan Baler Bale Agung meninggal diduga suspek rabies.
Terkait dengan meningkatnya kasus rabies tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba sudah mengeluarkan surat edaran yang khusus kepada masyarakat tentang bahaya penyakit rabies dengan selalu berkoordinasi ke Dinas pertanian dan pangan maupun dinas kesehatan Jembrana. Sebagai salah satu upaya mencegah rabies di Jembrana.
"Angka kasus gigitan anjing rabies di Jembrana saat ini tinggi. Karena Covid-19 sudah mulai zero, saat ini kami akan fokus menangani rabies," tegasnya pada Minggu (04/3/2022).
Hingga akhir Maret 2022 jumlah kasus gigitan anjing rabies sudah ada 39 kasus, Jumlah kasus rabies di Jembrana ini tertinggi di Bali.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1722 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1204 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 900 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 823 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 618 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun